PPKM Darurat

Langgar PPKM Darurat, Pemuda Mengaku-ngaku Keponakan Jenderal Bintang Dua di Tangsel Jadi Tersangka

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin remaja tersebut telah ditetapkan pihaknya sebagai tersangka pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Istimewa
RMBF (21), seorang remaja mengaku keponakan jenderal bintang dua terjaring operasi yustisi, saat PPKM darurat di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (5//72021) viral di media sosial (medsos). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG --- Pihak Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang remaja berinisial RMBF (21) yang sempat viral karena mengaku sebagai keponakan seorang jenderal bintang dua saat terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin remaja tersebut telah ditetapkan pihaknya sebagai tersangka pelanggar protokol kesehatan (prokes).

"Pada saat ini mengamankan yang bersangkutan di Polres Tangsel dan saat ini dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Tangsel," kata Iman saat merilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (7/7/2021).

Iman menjelaskan pihaknya menangkap remaja tersebut pada Rabu, 7 Juli 2021 saat berada di kediamannya di wilayah Ciputat.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka RMBF pun hanya dapat tertunduk lesuh pasca ditampilkan di depan awak media oleh pihak Polres Tangerang Selatan (Tangsel) bersama TNI, dan Satpol PP. 

Mengenakan kaos berwarna merah bertuliskan 'Tahanan Polres Tangsel' bercelana jeans dengan ukuran selutut, RMBF tak lagi menampakan perilaku jagoannya tersebut saat pihak kepolisian memaparkan kronologi penetapan tersangka kepadanya. 

AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya tak mendapati bukti pelaku pelanggar prokes tersebut sebagai keponakan jenderal bintang dua yang diakuinya saat terjaring operasi. 

"Setelah hasil pemeriksan memang tidak ada keterkaitan. Tidak ada memiliki saudara jenderal baik itu TNI, Polri," kata Iman saat meilisi kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (7/7/2021).

Menurutnya langkah tersebut dilakukan pihaknya dalam memberikan efek jera kepada pelanggar prokes covid-19.

"Ya kita semuanya terus akan melakukan penegakan hukum karena sosialisasi telah kami lakukan selama beberapa hari ini dalam penegakan PPKM Darurat. Sehingga apabila selanjutnya ditemukan pelanggaran pelanggaran lainnya akan dilakukan hal yang sama," jelasnya. 

Adapun atas perbuatannya pemuda tersebut dikenakan Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah menyakit menular dan Undang Undang Nomor 6 tahun 2016 tentang kekarantinaan kesehatan serta Pasal 216 ayat 1 KUHP yang ancaman maksimal 1 tahun. 

Diketahui, RMBF mengamuk saat terjaring Operasi Yustisi yang digelar pihak petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP Kota Tangsel. 

Adegan mengamuknya pemuda tersebut viral di berbagai media sosial karena menyebut dirinya  sebagai keponakan jenderal. 

Baca juga: Polisi Sita Flashdisk Berisi Video Hajatan di Rumah Lurah Pancoran Mas Sejumlah Orang Berjoget-joget

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved