Breaking News:

PPKM Darurat

Bawa Miras Saat PPKM Darurat di Lenteng Agung, Cewek Open BO Ini Mengaku Mengkonsumsi Obat Telarang

Remaja berinisial SA (16), siswi SMK berprofesi cewek open BO mengaku ke petugas PPKM Darurat di Lenteng Agung telah mengkonsumsi obat terlarang.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Panji Baskhara
Kolase Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Tiga remaja di bawah umur diamankan aparat gabungan TNI-Polri lantaran kedapatan bawa miras saat melintas di Pos Penyekatan PPKM darurat Lenteng Agung, tepatnya di Jalan Raya Lenteng Agung, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2021) sekira pukul 22.00 WIB. Salah satu remaja wanita, SA (16), siswi SMK yang berprofesi sebagai cewek open booking (BO) mengaku konsumsi obat terlarang jenis tramadol. 

Akibat ulahnya itu, ketiganya langsung diboyong petugas serse dari Polsek Jagakarsa untuk diperiksa lebih lanjut diantaranya akan di tes urine.

"Kita berkoordinasi dengan serse Polsek Jagakarsa, nanti akan diperiksa lebih lanjut oleh mereka terhadap ketiganya."

"Kalau memang terbukti mengonsumsi narkoba tentu akan di proses hukum," kata Deni.

Cerita PSK Open BO di MiChat

Ada sebuah cerita unik dari pekerja seks komersial (PSK), Vera (25) bukan nama sebenarnya.

Vera, diketahui kerapkali menawarkan jasa esek-esek ke pria hidung belang, dengan cara open booking out (BO) melalui aplikasi MiChat.

Selama menjadi PSK, Vera mengaku pernah mendapat pelanggan yang merupakan tetangganya sendiri, hingga teman nongkrong.

Vera yang merupakan warga asal Kiaracondong, Bandung tersebut, lebih memilih menjajakan dirinya di daerah Jalan Cagak, Subang.

Diketahui, jarak antara wilayah Ciater, Subang dengan Bandung sekitaran 30 Kilometer (KM).

Sudah empat tahun Vera menjajakan dirinya sebagai PSK di Subang.

Subang dipilih lantaran jauh dari tempat tinggalnya di Kiaracondong.

Hanya, meski sudah 'mengungsi' jauh dari tempat tinggalnya, Vera ternyata juga masih sering dapat pelanggan dari sekitar rumahnya.

Dia sering mendapat pelanggan pria hidung belang yang dikenal.

Bahkan, mendapat orderan dari teman nongkrong di Bandung juga sering.

"Aku pernah sama tetangga aku dari Kiaracondong. Namanya pake MiChat, foto yang ada di profil bukan foto asli."

"Begitu pun pelanggan yang pesen, mau tua mau muda, mau kenal atau enggak dia pesen ya disamperin," kata Vera.

Selain pernah menerima pelanggan yang tak lain seorang tetangganya, Vera juga pernah mendapat pelanggan seorang teman karibnya.

"Teman tongkrongan juga pernah, tapi itu pas aku di Lembang. Dia temen nongkrong di kosan, tarif mah tetap sama sesuai kesepakatan di MiChat," kata dia.

Sudah empat tahun Vera menjalani prostitusi online.

Awalnya ia seorang pemandu karaoke, tapi kemudian nekat menjajakan diri melalui aplikasi MiChat.

Ia berasal dari Kiaracondong, Kota Bandung, dan saat ini tinggal di rumah kos di daerah Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Vera mengaku dahulu merupakan seorang pemandu karaoke di wilayah Kota Bandung.

Karaoke, yang akrab dengan dunia malam, kemudian menjadi media bagi Vera untuk terjun ke dunia prostitusi online.

Ketika ditemui di salah satu vila di kawasan Sari Ater, Selasa (25/5/2021) dini hari, Vera, yang hendak menunggu ojek online setelah melayani pria hidung belang, mengungkapkan, dirinya sudah dapat dua pelanggan semalam.

"Barusan udah beres. Sekarang saya lagi cari ojek online mau pulang ke kosan," ujar Vera kepada TribunJabar.id.

Sembari mengisap sebatang rokok, Vera lalu duduk santai di bangku salah satu warung parkiran bus di kawasan Sari Ater.

Seolah tanpa beban, Vera langsung menawarkan diri.

"Mas nginep di mana? Kalo mau, aku masih open," ujarnya.

Saat itu harga yang ditawarkan Vera terbilang cukup mahal.

"Long time Mas cukup Rp 1,2 juta. Kalau mau sekali main, Rp 400 ribu juga gapapa," kata dia.

Dijelaskan Vera, long time adalah istilah disewa dengan waktu cukup panjang, dari malam hingga pagi.

"Kalau long time, ya, sampe check out tapi nanti pagi aku minta dianterin pulang," ujarnya.

Meski menerima panggilan long time, Vera tetap membatasi tiga kali main hingga pagi.

Wanita satu ini terbilang cukup piawai, hari ini dari sore hingga dini hari dia sudah menerima dua panggilan pria hidung belang.

"Baru dapet satu juta. Pada pelit, gak mau kasih uang tips, padahal aku juga butuh ongkos grab," kata dia.

Vera sudah sekitar 4 tahun menjalani profesi tersebut, semenjak ia merantau di wilayah Jalan Cagak Subang,

"Kalau saya sengaja di luar daerah, biar gak banyak orang yang dikenal tau," ujar Vera.

Status Vera yang hingga kini belum berumah tangga juga menjadi sebab kenapa ia bisa laris manis.

"Rata-rata nanyain janda apa enggak. Kalau bilang gadis, pasti seneng dan aku emang belum menikah," katanya.

Dulu ketika ia bekerja sebagai pemandu karaoke (LC) di wilayah Kiaracondong, ia tak pernah menerima tawaran kencan.

"Pas jadi LC saya gak mau karena itu deket daerah tempat tinggal saya, tapi saya mulai open pun pas pindah merantau ke Subang," katanya.

(Wartakotalive.com/VIN/Serambinews.com)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved