Breaking News:

PPKM Darurat

Shopee Siap Tertibkan Seller yang Jual Obat dengan Harga Selangit Saat Masa PPKM Darurat

Sejalan dengan keputusan tersebut, Kemenkes temah merilis beberapa obat terapi Covid-19 dan memiliki batas harga.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
shopee.co.id
Shopee 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aplikasi e-commerce Shopee Indonesia turut menyoroti melambungnya sejumlah obat dan suplemen atau vitamin saat masa PPKM Darurat Jawa-Bali.

Shoppe secara tegas melarang penjualan obat terapi Covid-19 dan siap menindak bagi seller yang didapati menjual dengan harga yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu dikatakan oleh Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja yang menyebut bahwa pihaknya mendukung Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 Tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease untuk menghentikan permainan harga obat oleh distributor dan penjual.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jaksel Jadi Lokasi Isolasi Mandiri bagi OTG, Mampu Tampung 250 Orang

"Shopee memiliki tim internal yang ditugasnmjmman untuk memantau dan melakukan moderasi terhadap produk yang dijual dalam aplikasi agar sesuai dengan regulasi yang sudah ada," kata Handhika dalam siaran pers, Senin (5/7/2021).

Jika terdapat akun atau seller yang terindikasi menjual produk-produk yang tidak memiliki izin, berbahaya, dilarang untuk diperjual belikan secara bebas, atau dijual di atas HET, tim internal Shopee akan mengambil langkah yang tegas," Imbuhnya.

Baca juga: Luhut Minta Karyawan yang Dipaksa Masuk Kantor Melapor kepada Pemerintah

Sejalan dengan keputusan tersebut, Kemenkes temah merilis beberapa obat terapi Covid-19 dan memiliki batas harga.

Di antaranya Favipiravir 200 mg Tablet seharga Rp 22.500 per tablet, Remdesivir 100 mg Injeksi dengan harga Rp 510.000 per vial, Oseltamivir 75 mg Rp 26.000 per kapsul, Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml Infus Rp 3.262.300 per vial.

Baca juga: Di Balik Alasan Rizal Ramli yang Beri Usul Ganti Presiden Agar Penanganan Corona Lekas Kelar

Kemudian, Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml Infus memiliki batas harga Rp 3.965.000 per vial, Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml Infus Rp 6.174.900 per vial, Ivermectin 12 mg Rp 7.500 per tablet, Azithromycin 500 mg Infus Rp 95.400 per vial Tocilizumab 400 mg/20 ml Infus Rp 5.710.600 per vial, Tocilizumab 80 mg/4 ml Infus Rp 1.162.200 per vial, Azithromycin 500 mg, dan Rp 1.700 per tablet.

“Kami akan sangat menghargai jika para penjual obat-obatan terkait ikut mengambil bagian dalam percepatan pemulihan kesehatan masyarakat, dengan mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” tutup Handhika. (FANDI PERMANA)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved