Virus Corona

Pemerintah Gandeng Facebook, Google, Hingga NASA untuk Pantau Pergerakan Warga Saat PPKM Darurat

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah melakukan pemantauan komprehensif dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Rizki Amana
Kepadatan kendaraan di Pos Penyekatan PPKM Darurat Jalan Bintaro Utama 3, Pondok Aren, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah melakukan pemantauan komprehensif dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Pemerintah melakukan monitoring pergerakan warga selama PPKM darurat, dengan menggunakan Indeks Mobilitas dan Cahaya Malam.

Bahkan, pemerintah menggandeng lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Baca juga: Istana: Lapor Polisi Jika Ada Harga Obat Tak Wajar, Negara Sebagai Orang Tua akan Lindungi Rakyat

"Kita engage Facebook Mobility dan Google Trafic, serta cahaya malam dengan NASA," ungkap penanggungjawab PPKM Darurat itu, saat konferensi pers virtual yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Dengan seperti itu, Luhut mengatakan pemeerintah dapat memantau pergerakan atau mobilitas warga dalam pelaksanaan PPKM darurat.

Pihaknya nanti akan membandingkan efektifitas pembatasan mobilitas di masa PPKM darurat dengan PPKM sebelumnya pada periode 24 Mei-6 Juni.

Baca juga: Berterima Kasih kepada Vaksinator, Panglima TNI: Kalian Kesatria Negara

"Sehingga kita punya data yang lebih akurat," katanya.

Untuk monitoring mobilitas di DKI Jakarta, pemerintah, lanjut Luhut, memadukannya dengan data di DKI Jakarta yang reliabel sebagai bachmark.

Sehingga, kata Luhut, bisa diketahui perubahan mobilitas yang berkorelasi erat dengan jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Baca juga: Tanggapi PPKM Darurat, PKL Penjual Kopi di Tanah Abang: Tak Dilarang Pun, yang Beli Juga Enggak Ada

Luhut mengatakan, pelaksanaan PPKM Darurat sejauh ini masih sangat terkendali.

Ia mengakui masih terjadi sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan PPKM Darurat, namun dapat diatasi satu per satu.

"Jadi ini semua kerja sama kita, jadi kalau ada yang bilang semua tidak terkendali sangat tidak benar."

Baca juga: DAFTAR Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19, Ivermectin Rp 7.500 per Tablet

"Bahwa ada masalah, sangat banyak masalah, tapi masalah ini satu per satu kami kira kita selesaikan dengan baik," paparnya.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 5 Juli 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved