PPKM Darurat

Kebijakan Putar Balik Kendaraan Cukup Efektif, Kapolsek Pamulang: Masyarakat Jadi Patuh PPKM Darurat

"Kami amati dengan penyekatan dan kendaraan diputarbalikan membuat masyarakat agak sadar untuk patuh PPKM darurat," kata Kapolsek Pamulang

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Kebijakan memutarbalik kendaraan di Jalan M Toha di depan Terminal bus Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, dalam rangka penegakan PPKM Darurat dipandang cukup efektif, Selasa (6/7/2021) pagi. 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG ---  Kebijakan memutarbalikkan kendaraan yang dilakukan pihak Polsek Pamulang di titik penyekatan PPKM Darurat di Jalan M Toha, Pamulang, Tangerang Selatan, dipandang cukup efektif.

"Kami amati dengan penyekatan dan kendaraan diputarbalikan membuat masyarakat agak sadar untuk patuh PPKM darurat," kata Kapolsek Pamulang, Kompol Sujarwo, saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi penyekatan PPKM Darurat di Jalan M Toha, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Selasa (6/7/2021).

Sebab katanya volume kendaraan yang disekat pihaknya Selasa hari ini jauh menurun dibanding Senin (5/7/2021).

"Di hari Selasa ini, relatif sedikit dibanding hari Senin kemarin. Sehingga memang ada penurunan volume," katanya.

Meskipun penyekatan Selasa (6/7/2021) pagi, masih mengakibatkan kepadatan dan kemacetan.

Sujarwo mengatakan selama 3 jam penyekatan mulai pukul 06.30 sampai pukul 09.30, ada ratusan kendaraan baik roda dua dan roda empat yang terpaksa diputar balik dan dialihkan.

Sebab mereka dipastikan bukan termasuk dalam kategori sektor esensial dan kritikal yang diperkenankan melintas.

"Kami lakukan imbauan kepada warga atau masyarakat pengendara motor dan mobil, agar mentaati ketentuan PPKM darurat demi kepentingan bersama," kata Sujarwo.

Ia memastikan pihaknya bersama anggota TNI dan Satpol PP Tangsel, akan konsisten dalam penegakan aturan PPKM darurat.

"Kami sekat pengendara motor dan mobil yang melewati di depan posko penyekatan, dengan cara memeriksa identitas berupa KTP pengendara serta menanyakan keperluan. Bila tidak sesuai ketentuan PPKM darurat, maka kami putarbalikkan ke arah Sawangan atau Bojongsari, Depok atau ke arah Parung, Bogor," kata Sujarwo.

Menurutnya sejumlah tenaga kesehatan, kendaraan pembawa bahan makanan dan obat-obatan yang termasuk sektor esensial dan kritikal, cukup banyak yang diperkenankan melintas.

"Dari monitoring hari ini, masyarakat atau kendaraan yang melintas lebih sedikit dibanding hari Senin. Dengan penyekatan ini, harapannya ke depan, masyakat semakin sadar akan ketentuan PPKM Darurat ini," katanya.

Ia meminta warga yang tidak terlalu perlu dan berkepentingan agar tidak keluar rumah dahulu.

"Mari kita sama-sama berperan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah dulu sementara ini," katanya.

Dalam penyekatan kali ini, kata Sujarwo personil gabungan yang diturunkan sebanyak 25 orang dipimpin Kanit Lantas AKP Bambang serta Iptu Gede Suartana.

"Perkuatan gabungan dari unsur Polri, diturunkan personil dari Polsek ditambah dari Polres Tangsel. Sementara anggota TNI dari Koramil 6 orang, yang bergantian. Setiap dinas 2 orang. Dari dishub dan Satpol PP setiap dinas terisi 3 anggota,"  kata Sujarwo.

Sujarwo berharap apa yang dilakukan dalam rangka PPKM darurat ini, bisa menurunkan penyebaran Covid 19.

"Kami juga lakukan imbauan agar masyarakat disiplin 5M dan khusus, kali ini untuk mengurangi mobilitas dan di rumah saja hingga tanggal 20 Juli," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved