PPKM Darurat

Beroperasi Saat PPKM Darurat, Dua Perusahaan di Kawasan MM2100 Cikarang Disegel

Kedua perusahaan itu disegel karena tetap beroperasi di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Istimewa
Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menyegel dua perusahaan di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, pada Selasa (6/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Dua perusahaan di kawasan industri MM2100 Cikarang disegel Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, pada Selasa (6/7/2021).

Kedua perusahaan itu disegel karena tetap beroperasi di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Herman Hanafi mengatakn, kedua perusahaan tersebut ditutup lantaran tidak memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementerian Perindustrian.

Kedua perusahaan itu sempat beralasan kegiatannya ini merupakan objek vital.

Akan tetapi tentu harus ada izin dari Kementerian Perindustrian.

“Kita operasi ke lapangan atas instruksi dari pusat, bagi perusahaan yang tidak mempunyai izin itu harus ditutup, ternyata dia (dua perusahaan) tidak memiliki izin. Jadi diproses pihak kepolisian," katanya, pada Selasa (6/7/2021).

Saat ini kedua perusahaan sementara ditutup dahulu dan tidak boleh melakukan aktivitas sampai membuat atau memiliki izin dari Kementerian Perindustrian.

Ditegaskannya, perusahaan yang tidak memiliki IOMKI diharap tidak melangsungkan operasional selama PPKM Darurat.

“Kalau memang dia beroperasi konsekuesinya ditutup atau tidak melaksanakan kegiatan," ujarnya.

Dia mengimbau agar perusahaan yang ada di kawasan industri se-Kabupaten Bekasi dapat memenuhi IOMKI jika ingin beroperasi pada massa PPKM Darurat.

“Jadi mereka yang tidak berizin, tidak punya IOMKI dan tetap beroperasi itu aturannya kan nggak boleh makanya diminta untuk tutup," katanya.

Petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Bekasi melakukan operasi penertiban dengan menutup tempat usaha yang melanggar ketentuan PPKM Darurat di wilayah Cikarang Selatan.

Kabag Ops Polres Metro Bekasi, AKBP Yuli Haryudo, mengatakan, operasi dilakukan pada Senin (5/7/2021) malam. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah usaha ekonomi seperti pedagang pakaian, penjual telepon genggam, serta warung makan termasuk restoran yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

"Toko-toko serta warung makan dan restoran di wilayah Ciantra dan Lippo Cikarang kami tutup karena melanggar aturan PPKM Darurat dan berpotensi menyebabkan kerumunan," kata Yuli, pada Selasa (6/7/2021).

Menurut Yuli, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar sehari sebelumnya. Mereka diminta untuk menaati ketentuan PPKM Darurat dengan konsekuensi penutupan tempat usaha bagi para pelanggarnya.

"Ya sudah semestinya kami lakukan ini (penutupan) demi kesehatan dan keselamatan warga karena bagaimanapun juga itu yang menjadi prioritas kami," ucapnya.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bekasi, Deni Mulyadi, mengatakan, pemerintah daerah akan melanjutkan kegiatan serupa agar penerapan PPKM Darurat berjalan efektif dan maksimal sehingga penyebaran virus Covid-19 dapat ditekan serta dikendalikan.

Baca juga: Langgar Aturan PPKM Darurat, Dua Pemilik Rumah Makan Jalani Sidang di Tempat, Didenda Rp 1 Juta

Baca juga: Antrean Panjang Pengendara di Titik Penyekatan Jaksel-Tangsel Masih Terjadi, Kemacetan Tak Terelakan

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved