PPKM Darurat Tangsel

Benyamin Davnie Pertimbangkan Penyekatan Tingkat Kecamatan di Tangsel, Guna Efektifkan PPKM Darurat

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya mempertimbangkan penyekatan tingkat kecamatan guna menekan pelanggaran PPKM Darurat.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan pihaknya mempertimbangkan untuk dilakukan penyekatan tingkat kecamatan guna mengefektifkan PPKM Darurat. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya bakal mengevaluasi penerapan PPKM Darurat. 

Menurutnya, tak menutup kemungkinan pihaknya bakal memberlakukan penyekatan tingkat kecamatan. 

Langkah itu bakal diambil pihaknya jika terus didapatinya pelanggaran-pelanggaran yang terus terjadi dalam penyekatan mobilitas masyarakat. 

Baca juga: Wali Kota Jakarta Utara Minta Petugas Gabungan Kenakan Sanksi Berat pada Pelanggar PPKM Darurat

"Saya akan mempertimbangkan semua kemungkinan, intinya kan sekarang dengan PPKM Darurat ini membatasi mobilitas pergerakan orang dari satu titik ke titik yang lain," kata Benyamin saat melangsungkan Operasi Yustisi PPKM Darurat di bilangan Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (6/7/2021).

"Tadi saya sudah sampaikan pada teman-teman, tidak mustahil tingkat kecamatan akan kita sekat. Maksud saya untuk masuk dan keluar dalam satu kecamatan, akan kita lakukan penyekatan tergantung perkembangan-perkembangan dari penyebaran covid ini," sambungnya. 

Sementara itu, hari keempat PPKM Darurat mobilitas masyarakat sudah agak berkurang.

Seperti yang terlihat di posko penyekatan Jalan Bintaro Utama 3, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), jika sebelumnya terjadi kerumunan kendaraan kali ini sudah menurun. 

Baca juga: Sembuh dari Covid-19 Wahidin Halim Langsung Sidak PPKM Darurat di Banten

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, sejumlah kendaraan roda dua dan empat diperbolehkan melintas pos penyekatan PPKM Darurat tersebut. 

Sejumlah kendaraan tersebut yang diizinkan berupa pengemudi ojek online (ojol), para pengguna jalan yang memiliki kepentingan dalam bekerja dengan sektor perusahaan yang diizinkan beroperasi pada PPKM Darurat, pengemudi dengan keperluan darurat seperti perjalanan menuju rumah sakit. 

Secara silih berganti para petugas memeriksa surat yang dibawa para pengemudi untuk kepentingannya agar dapat melintas di kawasan itu. 

Aksi ngotot pengendara dengan petugas gabungan untuk dapat melintas di pos penyekatan tersebut pun tak banyak terlihat. 

Para pengendara yang tak dapat menunjukan bukti dokumen untuk dapat melintasi jalan tersebut terpaksa memutar balik kendaraannya. 

Diketahui, Pemkot Tangsel menerapkan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Baca juga: Irjen Fadil Imran Tutup Jalan Tikus di Daan Mogot selama PPKM Darurat

Berikut empat lokasi penyekatan di wilayah Kota Tangsel selama berlakukanya PPKM Darurat dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 :

1. Wilayah Bintaro Sektor 3, perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. 

2. Jalan Bogor-Jakarta, Pamulang, perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan dan Depok-Bogor

3. Jalan Raya Serpong, Serpong Utara, perbatasan antara wilayah Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. 

Baca juga: PPKM Darurat Jakarta: STRP Diumumkan 4 Juli 2021 di Medsos, Fraksi PSI Kritisi Minimnya Sosialisasi

4. Jalan Parung Panjang, Legok, perbatasan antara wilayah Kabupaten Tangerang dan Bogor.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved