Breaking News:

PPKM Darurat

Temukan Pelanggaran PPKM Darurat, BKPSDM Kota Depok Bentuk Tims Khusus Selidiki Kasus Hajatan Lurah

Sebelum diperiksa BKPSDM, S lebih dulu dimintai keterangan oleh Reskrim Polsek Pancoran Mas terkait hajatan yang menimbulkan kerumunan itu.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Istimewa
Petugas Satpol PP menyegel rumah Lurah Pancoran Mas karena melanggar aturan PPKM Darurat dengan menggelar hajatan dihadiri lebih dari 30 orang dan berkerumun, Sabtu (3/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok memanggil Lurah Pancoran Mas berinisial S untuk dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran aturan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

S sebelumnya diketahui menggelar pesta pernikahan sang anak dengan menghadirkan tamu undangan melebihi aturan PPKM Darurat pada Sabtu (3/7/2021) lalu.

Kepala BKPSDM Kota Depok Supian Suri mengatakan, pihaknya Senin (5/7/2021) ini memeriksa S atas hajatan yang videonya viral di jagat sosial media di masa PPKM Darurat.

Dari hasil BAP, Supian mengatakan adanya dugaan pelanggaran kebijakan pada masa PPKM Darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Untuk memaksimalkan penyelidikan, BKPSDM dikatakan Supian akan segera membentuk tim pemeriksaan khusus (Riksus) atas kasus tersebut.

"Iyah tadi pak Lurah S sudah kita BAP dan selanjutnya kita bentuk Tim Riksus," ujar Supian saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/7/2021).

Sebelum diperiksa BKPSDM pada Senin ini, S lebih dulu dimintai keterangan oleh Reskrim Polsek Pancoran Mas terkait hajatan yang menimbulkan kerumunan itu.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Pancoran Mas Iptu Syaid Abu mengatakan pihaknya sempat memeriksa S seusai rumah yang berlokasi di Kelurahan Mampang, Kecamagan Pancoran Mas, Kota Depok itu dijadikan tempat menggelar pesta pernikahan dengan menghadirkan musik dan sejumlah tamu undangan yang berjoget.

"Iya kemarin kami sempat interogasi yang bersangkutan pasca penyegelan oleh Satpol PP Depok dan Satgas Gugus Tugas. Tapi pas kami periksa, penyidik Polres datang mengambil alih kasus ini," papar Syaid saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/7/2021).

Lurah S beserta pemeriksaan sementara Polsek Pancoran Mas pun dibawa ke Mapolres Metro Depok.

Namun hingga kini Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar belum merespon Wartakotalive.com saat dimintai konfirmasi perihal kasus Lurah S.

Sementara itu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) pun telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi di Indonesia mengenai dukungan Kejaksaan dalam pelaksanaan PPKM Darurat

Di mana dalam surat tersebut memaparkan sanksi yang dapat dikenakan terhadap para pelanggar PPKM Darurat, yakni tak hanya dapat dikenakan sanksi berupa Pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) saja.

"Terhadap pelanggar tertentu dapat juga diterapkan ketentuan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, atau Pasal 212 dan Pasal 216 KUHP," tulis isi surat tersebut yang dikutip Wartakotalive.com, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Gelar Hajatan Dihadiri Banyak Orang Saat PPKM Darurat, Rumah Lurah Pancoran Mas Disegel Satpol PP

Baca juga: Peraturan Wajib Pakai Masker Dua Lapis Disambut Positif, Pengguna LRT Jakarta: Biar Lebih Safety

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved