PPKM Darurat

Jokowi Minta Warga di Rumah selama PPKM Darurat, Alvin Lie:Sepakat, Asal Kita Tak Terima Warga Asing

Alvin Lie mempertanyakan, mengapa pemerintah hingga saat ini belum menutup pintu gerbang penerbangan internasional

Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar tetap di rumah.

Pernyataan itu ia sampaikan pada hari ketiga penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Selamat pagi. Tak ada tempat yang lebih baik saat ini selain di rumah saja dan menjauhi kerumunan. Dengan belajar dan bekerja di rumah, Anda telah melindungi diri, keluarga, dan lingkungan, juga membantu para tenaga kesehatan yang tengah berjuang di ruang-ruang perawatan rumah sakit menangani pasien Covid-19," tulis Jokowi di akun Instagramnya, Senin (5/7/2021).

Jokowi mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya untuk menekan angka penularan Covid-19.

Baca juga: Kendaraan Dicegat di Jalur Penyekatan Panasonic, Pekerja Pilih Jalan Kaki daripada di-PHK Perusahaan

Baca juga: Harta Jenderal Andika Perkasa Rp179 Miliar Jadi Gunjingan, Koordinator CBA Minta KPK Lakukan Audit

"Dengan persatuan dan gotong-royong, kita akan melalui masa-masa sulit ini bersama-sama," imbuh Jokowi.

Pengamat transportasi Alvin Lie pun menanggapi unggahan Jokowi tersebut.

Alvin Lie mengatakan, dirinya sepakat dengan imbauan yang diberikan presiden.

Meski demikian, ia menyoroti masih dibukanya penerbangan Internasional yang memungkinkan warga negara asing masuk ke Indonesia di tengah penerapan PPKM Darurat.

"Sepakat Asalkan kita juga tidak menerima TAMU/ Orang Asing Tutup Gerbang Penumpang Internasional kita," tulis Alvin di Twitter, Senin.

Baca juga: Politisi Demokrat: Hal Paling Berbahaya di Tengah Kepungan Pandemi Adalah Pemimpin yang Inkompeten

Alvin sebelumnya mempertanyakan, mengapa pemerintah hingga saat ini belum menutup pintu gerbang penumpang internasional untuk masuk ke Indonesia.

Ia juga menyinggung, awal kehadiran virus ini yang berasal dari Cina pada tahun lalu Indonesia tidak menutup pintu gerbang internasional.

Padahal menurut Alvin, meski Indonesia tidak menutup gerbang penumpang internasional untuk negara lain tetapi negara lain menutup pintu untuk Indonesia.

Baca juga: Wasekjend PBNU: Penyebaran Informasi Kondisi Muslim di Uighur China Lebih Banyak Propagandanya

"Kemudian saat kasus virus ini meledak di India, pemerintah juga tidak mengambil kebijakan untuk menutup pintu gerbang penumpang internasional," kata Alvin saat dihubungi Tribunnews, Jumat (2/7/2021).

Alvin pun mencontohkan, kebijakan negara lain seperti Hong Kong yang menutup penerbangan dari luar negeri yaitu Inggris dan India untuk mengantisipasi varian baru dari virus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved