Breaking News:

Langgar PPKM Darurat

Ditetapkan Tersangka Kasus Kerumunan di Kafe di Kelapa Gading, Ini Pengakuan WNA Nigeria dan Istri

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerumunan WNA itu terjadi Minggu dini hari lalu atas undangan dari PB dan AS dengan niat mencari keuntungan. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Puluhan WNA diamankan aparat Polres Metro Jakarta Utara karena melanggar PPKM Darurat. 

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA --- Pasangan suami istri (pasutri) yakni warga negara asing (WNA) asal Nigeria, PB (48) bersama istri, AS (43) yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan di Kafe Otentik, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (4/7/2021) dini hari. 

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan pasangan suami istri yang telah ditetapkan sebagai tersangka merupakan pemilik Kafe Otentik yang jadi lokasi kerumunan. 

“Dua tersangka dalam kegiatan itu, Mr. PB (WNA) dan saudari AS sebagai pemilik kafe tersebut, mereka adalah suami istri," kata Nasriadi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (5/7/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerumunan WNA itu terjadi Minggu dini hari lalu atas undangan dari PB dan AS dengan niat mencari keuntungan. 

Mereka mengundang komunitas WNA untuk meramaikan Kafe Otentik meski saat ini sedang PPKM Darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2021.

"Dua tersangka ini mengajak teman-temannya untuk ikut acara di situ," kata Nasriadi.

Dalam penggerebekan ini, sebanyak 81 orang yang melanggar PPKM Darurat diamankan dan dari sebagian besar di antaranya ialah WNA.

"Kita mengamankan 81 orang, yang terdiri dari 58 WNA, 12 WNI, dan 11 sebagai karyawan di situ," ucap Nasriadi.

Nasriadi menceritakan mereka kedapatan sedang minum-minuman keras, karaoke, hingga bermain billiard di tengah upaya pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk menekan laju kasus Covid-19. 

"Jadi tempatnya itu kafe, ada yang nyanyi, ada yang main biliard, ada yang minum-minum, dan lain sebagainya. Rame pengunjung kafe gitu, hiburan malam," ucap Nasriadi.

Atas perbuatannya mereka dijerat Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan dan Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit dengan ancaman 1 tahun penjara.

Sementara itu khusus dua tersangka PB dan AS dilapis juga dengan Pasal 160 KUHP karena telah mengajak teman-temannya untuk ikut acara di situ dan ancamannya 6 tahun penjara.

Baca juga: Pedagang Sayur di Ciracas Duel Lawan Perampok, Pelaku Lari Tunggang Langgang Saat Diteriaki Maling

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved