CPNS 2021

Syarat TOEFL Mahkamah Agung Bikin Bingung Pelamar CPNS 2021, Ini PENYEBABNYA!

Syarat TOEFL Mahkamah Agung Bikin Bingung Pelamar CPNS 2021, Ini PENYEBABNYA! Simak selengkapnya di dalam berita ini.

istimewa
CPNS Analis Perkara Peradilan di Mahkamah Agung pada CPNS 2021 yang dialokasikan untuk mengikuti rekrutmen Calon Hakim. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Syarat TOEFL untuk formasi jabatan Analis Perkara Peradilan di Mahkamah Agung membuat bingung banyak pelamar CPNS 2021 Mahkamah Agung

Syarat TOEFL merupakan syarat yang harus dilengkapi pelamar formasi jabatan Analis Perkara Peradilan di Mahkamah Agung

Formasi jabatan Analis Perkara Peradilan (APP) CPNS 2021 Mahkamah Agung memang cukup spesial karena dialokasikan untuk mengikuti seleksi calon hakim setelah diangkat menjadi PNS. 

Namun, ternyata syarat TOEFL bagi APP membingungkan banyak calon pelamar.

Baca juga: VIDEO : Tabung Oksigen Langka, Warga Hanya Bisa Isi Ulang

Hal itu tampak di sejumlah grup CPNS Mahkamah Agung

Sejauh ini pihak Mahkamah Agung dalam beberapa twit di akun resmi twitter Mahkamah Agung, menyebutkan bahwa pelamar boleh memakai TOEFL apapun selama dikeluarkan oleh lembaga bahasa atau kursus bahasa. 

Terpenting adalah TOEFL itu dibuat dengan jujur dan sesuai dengan kemampuan pelamar. 

Beberapa pelamar yang hanya memegang TOEFL Prediction pun bingung lantaran ternyata di pilihan di akun sscasn, hanya ada piliah TOEFL PBT dan TOEFL IBT. 

Hal itu jadi membingungkan pelamar pemegang TOEFL Prediction karena mereka bingung harus memilih TOEFL PBT ataupun TOEFL IBT. 

Sebab, TOEFL Prediction pada dasarnya bukan termasuk ke dalam TOEFL PBT maupun TOEFL IBT. 

Baca juga: HATI-HATI! Ini Syarat CPNS 2021 Pemprov DKI Jakarta yang Bisa Bikin Pelamar Terkecoh

Mari kita simak perbedaan TOEFL PBT, IBT, ITP, maupun Prediction

1. PBT (Paper-Based Test)

TOEFL PBT tergolong masih konvensional. Tes TOEFL ini dikerjakan lewat media kertas yang terdiri dari lembar soal dan jawaban. Bentuk soalnya berupa pilihan ganda dari A sampai E, dengan materi ujian antara lain listening, reading, dan structure. Durasi pengerjaan PBT kurang lebih 3 jam, serta memiliki rentang skor 310-667. Untuk biaya, kamu harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp450.000-500.000.

2. IBT (Internet-Based Test)

Dikenal juga dengan Next Generation TOEFL, IBT adalah ujian yang dilakukan dengan media komputer dan internet. Kamu akan menyelesaikan soal-soal yang terdiri dari materi reading, writing, listening, dan speaking melalui komputer yang terkoneksi dengan internet. Durasinya kurang lebih 4-5 jam dengan penilaian skor mulai dari 0-120. Dari sekian banyak jenis TOEFL, IBT termasuk yang paling mahal biayanya. Kamu perlu menyiapkan USD195 atau sekitar Rp2,8 juta untuk satu kali tes.

3. CBT (Computer-Based Test)

Tak jauh berbeda dengan IBT, tes TOEFL jenis ini juga dilakukan melalui komputer. Namun, CBT tak membutuhkan koneksi internet. Peserta akan mengerjakan soal-soal berupa reading, structure, listening, dan writing melalui software interaktif yang sudah terinstal di komputer dengan rentang skor antara 30-300. Bila mengambil TOEFL CBT, harus bisa mengerjakan dengan hati-hati karena kamu tidak bisa mengubah atau kembali mengerjakan soal yang terlewat. Plus, biaya yang harus dikeluarkan pun tak murah, yakni sekitar Rp350.000-500.000.

4. ITP (Institutional Testing Program)

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved