Breaking News:

Sport

Kadispora Tangsel Wiwi Martawijaya Sebut Rp 10 Miliar Tidak Cukup untuk Pembinaan Atlet di Tangsel

KONI Tangerang Selatan (Tangsel) mengandalkan dana hibah dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet.

Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Kadispora Tangerang Selatan, Miwi Martawijaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - KONI Tangerang Selatan (Tangsel) mengandalkan dana hibah dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet.

Dana hibah itu diusulkan setiap tahunnya kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Biasanya, rekomendasi anggaran awal yang diusulkan tak langsung disetujui.

Kerap terjadi revisi yang membuat anggaran awal berubah.

Lantas, berapa minimal dana hibah yang harus digelontorkan untuk KONI Tangsel setiap tahunnya?

Kadispora Tangsel, Wiwi Martawijaya, memberikan penjelasan tentang perekomendasian anggaran untuk KONI Tangsel.

"Untuk anggaran tidak ada kata harus, melainkan sesuai dengan program yang diusulkan KONI dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," buka Wiwi kepada Warta Kota.

Wiwi menuturkan bahwa dana sebesar Rp 10 miliar tidak cukup untuk dana pembinaan seluruh atlet dan pelatih di Tangsel. 

Baca juga: Wakil Ketua KONI Tangsel H Qodir: Anggaran Kami Tidak Mencukupi untuk Merekrut Pelatih Nasional

Baca juga: Wakil Ketua KONI Tangsel H Qodir: Jika Atlet Sudah Berprestasi, Uang akan Datang dengan Sendirinya

Baca juga: Haji Qodir Wakil Ketua KONI Tangsel Targetkan Raih Posisi Kedua di Porprov Banten

Namun, anggaran daerah yang belum mencukupi membuat anggaran yang dicairkan di bawah Rp 10 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Tangsel, H.Qodir, menjelaskan bahwa awal keinginan pihaknya untuk memberikan dana pembinaan atlet sebesar Rp1.000.000 per bulan.

Namun, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, pihaknya hanya mampu memberikan dana pembinaan dibawah Rp 1000.000 per bulan.

"Akhirnya, kami hanya bisa memberikan atlet itu Rp 700.000 per bulan," kata Qodir.

"Ini untuk atlet yang berprestasi. Berprestasi atau tidaknya itu kan cabor yang tau, mereka memberikan SK kepada kami. Ada prosedurnya yang kami nilai lewat prestasi," terang Qodir. 

Beda dengan anggaran hibah, Qodir menambahkan bahwa atlet atau pelatih juga berkesempatan mendapat bonus dari pemerintah kota Tangsel, jika meraih medali di kejuaraan seperti Porprov dan lain-lain.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved