Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat Bakal Berlaku di Kota Tangsel, Ini Sektor Usaha yang Diberlakukan Penerapan WFH dan WFO

Dalam aturan PPKM Darurta terdapat sejumlah sektor usaha yang diberlakukan penerapan Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO). 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Murtopo
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Balai Kota Tangsel, Ciputat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 hingga 20 Juli 2021.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie usai menggelar rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Tangsel, Ciputat, Kamis (1/7/2021).

Pria yang akrab disapa Ben ini mengatakan dalam aturan PPKM Darurta terdapat sejumlah sektor usaha yang diberlakukan penerapan Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO)

"Yang pertama bahwa WFH-nya bagi sektor non esensial, termasuk perkantoran pemerintah itu WFH-nya 100 persen," kata Ben dalam konferensi persnya di Balai Kota Tangsel, Ciputat, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Diberlakukan di Kota Tangsel, Warung Makan Dilarang Terima Pelayanan Makan di Tempat

Baca juga: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Ingatkan Perkantoran Patuhi PPKM Darurat

Ben menjelaskan penerapan 50 persen WFH dan WFO berlaku bagi sejumlah sektor usaha esensial. 

Menurutnya hal tersebut guna menekan laju penularan dan penyebaran infeksi covid-19 yang masif terjadi. 

"Kemudian pada sektor esensial yaitu sektor keuangan dan perbankan, sektor pasar modal, sektor sistem pembayaran, sektor teknologi informasi komunikasi, sektor perhotelan non penanganan karantina covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen maksimal dengan protokol kesehatan ketat," jelasnya. 

Baca juga: Jelang PPKM Darurat, Jajaran Pemkab Kepulauan Seribu Tidak Ada yang Bekerja di Rumah Demi Warga

Baca juga: PPKM Darurat Resmi Berlaku 3 Juli, Pengaturan Operasional Kereta Api Tunggu Arahan Pemerintah

Sementara itu, sektor usaha yang dizinkan beroperasi 100 persen WFO berupa pembangunan dan sektor kritikal. 

Ben meminta bagi sektor usaha yang diizinkan beroperasi 100 persen untuk dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

"Bagi sektor kritikal yaitu sektor energi kayak SPBU misalanya kita ada kantor PGN (Perusahaan Gas Negara), kemudian sektor kesehatan, sektor keamanan, sektor logistik dan transportasi, sektor industri makanan, minuman dan penunjangnya, Petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, seperti jalan tol kemudian juga konstruksi, utilitas dasar yaitu listrik dan air, kemudian industri pemenuhan kebutuhan pokok masyrakat,  diberlakukan 100 persen Work From Office dengan prokes ketat," jelas Ben

"Kegiatan pelaksanaan konstruksi tempat konstruksi beroperasi 100 persen dengan prokes secara lebih ketat," sambungnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved