Catatan Ilham Bintang

Jokowi: The King Of Lip Service, Menyeret Prof Ari Kuncoro dan Menteri BUMN Erick Thohir

Jokowi: The King of Lip Service menyeret nama Prof Ari Kuncoro dan Menteri BUMN Erick Thohir

Editor: Suprapto
BEM UI/Kompas.com
Meme Jokowi : The King Of Lip Service yang disuarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Geger meme "Jokowi, The King Of Lip Service", menyeret juga nama Rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro SE  MA PhD.

Praktis sejak kasus meme BEM-UI merebak , Pria kelahiran Jakarta 28 Januari 1962 itu hingga sekarang menjadi sasaran kritik masyarakat luas. Ari dituduh melanggar Peraturan Pemerintah No 68/ 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia.

Pasal 35 C PP itu memang melarang Rektor dan Wakil Rektor UI merangkap sebagai pejabat pada Badan Usaha Milik Negara / Daerah, dan Swasta.

Ari Kuncoro menjadi Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia sejak 18 Februari 2020. Hanya beberapa bulan setelah terpilih sebagai Rektor UI pada tanggal 25 September 2019. Ombudsman

Republik Indonesia tegas mengatakan, suami Lana Soelistianingsih (55), Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, melanggar statuta UI.

Anggota Komisi VI DPR - RI Andre Rosiade dari Partai Gerindra meminta bahkan Ari Kuncoro mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama Bang BRI yang memberinya gaji Rp.1,2 Miliar/ bulan.

"Ari Kuncoro harus mengundurkan diri dari Komisaris BRI, " kata Andre.

Namun, sampai hari ini Ari Kuncoro belum sekalipun memberikan tanggapan atas reaksi publik terkait pasal pelanggaran statuta UI.

Kedekatan Ari Kuncoro yang diduga menimbulkan conflict of interest dalam mengemban amanah sebagai rektor UI, memang sulit dibantah. Ada jejak digital yang kuat menunjuk itu.

Bukan hanya Ari Kuncoro, melainkan istrinya, Lana Soelistianingsih pun memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi.

Sekurangnya, sejak tahun 2014, ketika masih bekerja sebagai Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana sudah menjadi die hard Jokowi.

Pernyataannya sempat menarik perhatian media ketika mengatakan jika Jokowi memenangkan pemilu Presiden 2014 maka nilai tukar (kurs) rupiah akan menguat tajam. Kurs rupiah saat itu bertengger di level 11.792 per dolar AS.

"Gendang" Lana ini masih bisa ditemukan di laman Tempo.co 24 Februari 2014. Judulnya, " Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Tembus 10 Ribu".

Menurut Lana jika Jokowi diajukan sebagai calon Presiden RI oleh PDI-P, sesuai hasil survey, maka partai berlambang banteng itu pun akan memperoleh 20 % suara legislatif.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved