Plasma Konvalesen

JK Bingung Penuhi Permintaan Plasma Konvalesen karena Keterbatasan Stok Darah Penyintas Covid-19

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan kegalauannya memenuhi permintaan plasma konvalesen yang meningkat, sementara stok terbatas.

Penulis: resign | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menyatakan pihaknya defisit stok plasma konvalesen. Stok dan permintaan tak sebanding. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK), menjelaskan saat ini Indonesia mengalami defisit plasma konvalesen.

"Stok hari ini hanya 109, sementara permintaan seluruh Indonesia sebanyak 3.000 kantung, bisa-bisa besok lebih banyak lagi," ucap JK, saat ditemui di gedung PMI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: VIDEO Covid-19 Melonjak, PMI Tangerang Sediakan Layanan Ambulance 24 Jam Setiap Hari

Menurut JK, wilayah yang memiliki jumlah permintaan terbesar terhadap plasma konvalesen adalah Kota Surabaya.

"Permintaan plasma konvalesen di Surabaya yang paling tinggi. Sekarang yang mengantri saja sudah 400," kata JK.

Menurut JK, Indonesia memiliki 81 alat Alpheresis. Alat tersebut memiliki fungsi sebagai pengambil plasma konvalesen penyintas Covid-19.

JK berharap, alat ini bisa menampung animo penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen miliknya.

"Tenaga kesehatan sudah siap, alat sudah siap. Jadi kita minta para penyintas untuk saling membantu," ucap JK.

Sebagai informasi, bagi pasien yang menerima plasma konvalesen, ia akan menerima antibodi dari plasma darah pendonor.

Baca juga: JK Minta Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen saat Berkunjung ke PMI DKI

Antibodi yang masuk ke tubuh pasien Covid-19 diharapkan dapat menghambat laju virus di tubuh pasien.

Menurut Wakil Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta, Dian Winarti, plasma konvalesen sebaiknya diberikan kepada pasien yang tidak terlalu berat atau menengah.

"Kalau OTG dan gejala ringan nggak usah lah. Untuk mendapat plasma konvalesen saja susah," ujar Dian.

Namun, menurut Dian, penggunaan plasma konvalesen harus harus patuh pada anjuran dokter yang merawat pasien.

"Karena ini (plasma konvalesen) masih dalam tahap uji klinis, belum jadi standar untuk penyembuhan pasien Covid-19," jelas Dian.

Saat mengunjungi PMI Jakarta, JK didampingi oleh Sekjen PMI, Sudirman Said, dan Kabid Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat, Linda Lukitari Waseso. Mereka bertiga mengenakan kemeja putih. 

Baca juga: Kebanjiran Permintaan, PMI Kota Depok Semprot Permukiman Warga dan Jalan Protokol dengan Disinfektan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved