Berita Jakarta

Hakim Jatuhkan Denda Dua Kali Lipat hingga Rp 30 juta, Pelanggar IMB di Jakarta Selatan Syok

Hakim Jatuhkan Denda Dua Kali Lipat, Pelanggar IMB di Jakarta Selatan Kaget dan Syok. Besaran Denda Bervariasi mulaid ari Rp 1 juta hingga Rp 30 Juta

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Sidang yustisi terkait pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (2/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para pelanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merasa keberatan dengan putusan hakim dalam sidang yustisi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (2/7/2021).

Putusan Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti SH, MH, yang menjatuhkan denda pelanggaran IMB hingga dua kali lipat, dinilai sangat memberatkan.

"Ya gimana kaget diputuskan bayar denda yang tadinya Rp 1 juta malah naik hingga dua kali lipat, " ujar Ahmad Junaidi, warga Jalan Lebak Bulus III, Cilandak, Jakarta Selatan, saat ditemui usai persidangan pada Jumat (2/7/2021) 

Besaran denda hingga Rp 2 juta yang diputuskan hakim, kata Ahmad, tidak sesuai dengan nominal kesanggupan saat pemberkasan di kantor Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan.

Apalagi, pelanggaran pembangunan rumah dua lantai yang dilakukannya, kata Ahmad, sudah ditindak petugas dengan pembongkaran paksa.

"Awalnya tidak ada IMB dan dibongkar. Akhirnya saya urus IMB rumah saya dan sekarang izinnya sudah lengkap, " kata dia.

Baca juga: PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Polri Kerahkan 21.168 Personel Dalam Operasi Aman Nusa II

Hal senada diungkapkan Lutfi, warga Kebayoran Lama yang mengaku syok diputus hakim membayar denda hingga Rp 30 juta.

Sebab, saat pemberkasan pada bulan Juni 2021 lalu, denda pelanggaran IMB pembangunan ruko yang dilakukannya berkisar Rp 20 juta.

"Itu (Rp 20 juta) saja saya sempat minta keringanan saat dipanggil pendataan berita acara di Sudin Citata. Eh malah dendanya dinaikin hakim," sesalnya.

Baca juga: Pemkot Depok Resmi PPKM Darurat, Tempat Ibadah Ditutup hingga Pembatasan Tamu Resepsi Pernikahan

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan Ruang dan Bangunan Suku Dinas Citata Jakarta Selatan Bonar Ambarita mengaku, besaran denda yang dijatuhkan kepada pelanggar IMB merupakan kewenangan majelis hakim.

Besaran denda yang diajukan Suku Dinas Citata, kata Bonar, hanya sebagai saran dan pertimbangan kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman denda terhadap pelaku pelanggar IMB.

"Kita hanya memberi saran nominal denda. Kalau berapa-berapa yang diputuskan itu mutlak kewenangan hakim, " kata Bonar.

Bonar mengaku, ada 290 pelanggar IMB yang diajukan pihaknya dalam sidang yustisi bangunan tahun ini.

Adapun besaran denda yang diajukan ke persidangan maksimal Rp 25 juta dan minimal Rp 1,5 juta.

"290 pelanggar IMB ini adalah pelaku pembangunan rumah tinggal dan non rumah tinggal di 10 kecamatan di Jakarta Selatan, " kata dia.

Bonar menambahkan, pelanggar IMB yang diajukan mayoritas hadir di persidangan.

Namun, tak sedikit dari pelanggar memilih verstek dan membayar denda di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Sedianya lebih dari 290 yang kita panggil untuk diajukan ke persidangan. Tapi karena pandemi saat ini banyak yang menghentikan kegiatan pembangunannya," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved