Breaking News:

Banyak Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19. Maryanto: Kelelahan Jadi Faktor Utama

Ditambah banyak nakes yang harus menggantikan nakes lainnya yang tengah menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Beban tugas yang berat menangani pasien Covid-19 membuat banyak tenaga kesehatan (nakes) mengalami kelelahan. Akibatnya tidak sedikit dari nakes menjadi korban keganasan virus corona. 

Ketua Dewan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Utara, Maryanto mengatakan ada banyak nakes, khususnya perawat terpapar Covid-19 akibat kelelahan. 

“Banyak dari teman-teman (nakes) yang harus kembali bertugas selepas menjalankan tugas di suatu fasilitas kesehatan. Yang seharusnya libur jadi tidak ada libur,” ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Ditambah banyak nakes yang harus menggantikan nakes lainnya yang tengah menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19. Kondisi ini menyebabkan fisik nakes kelelahan sehingga imunitas menurun.

Baca juga: Sempurnakan Formulasi, Kominfo Upayakan Penyusunan RUU PDP Bisa Selesai Secepatnya

Baca juga: PPKM Darurat, Pemkot Jaksel Tak Berikan Sosialisasi Khusus kepada Pengelola Mal dan Pelaku Usaha

Untuk itu, langkah Pemprov DKI Jakarta merekrut relawan nakes sangat tepat sebagai salah satu cara mengatasi kekurangan yang ada saat ini. 

Pasalnya penambahan fasilitas kesehatan yang belakangan dilakukan Pemprov DKI Jakarta juga harus diikuti dengan peningkatan jumlah nakes untuk menangani pasien Covid-19. 

“Tingginya pasien mengharuskan banyak fasilitas kesehatan menambah sarana dan prasarana perawatan medis, hal ini tentunya harus dibarengi dengan penambahan tenaga kesehatan,” urainya.

Sementara itu terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 dinilai sebagai langkah tepat untuk bisa mengendalikan sebaran Covid-19. 

“PPKM Darurat harus dilakukan, mengacu pada penanganan Covid-19 pada tahun 2020 lalu yang mana angka sebaran kasus bisa ditekan,” ujarnya.

Baca juga: Pelatih Widodo Cahyono Putro Berharap Empat Pemain Anyar Persita Tangerang Bisa Cepat Beradaptasi

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Tegaskan Pihaknya bakal Perketat Proses Naturalisasi Atlet Asing di Tanah Ar

Pasalnya apabila sebaran kasus Covid-19 tidak bisa dikendalikan dan terus meningkat seperti belakangan ini, maka dikhawatirkan berdampak pada bertumbangannya nakes akibat pandemi.

“Kalau nakes tumbang, yang mengoperasikan rumah sakit ataupun Puskesmas siapa?,” kata Maryanto.

Berdasarkan data dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dewan Pengurus Pusat PPNI sebanyak 6.389 perawat terkonfirmasi Covid-19 per 30 Juni 2021 kemarin. 

Dari jumlah tersebut, 2.790 perawat dinyatakan sembuh, 1.091 perawat ada kontak erat dengan pasien Covid-19, 100 perawat suspek bergejala berat dan 332 perawat dinyatakan gugur.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved