Pilpres 2024

Pengamat: Prabowo Sedang Hadapi Dilema

Pengamat politik Wempy Hadir menilai saat ini ada enam tokoh yang akan menjadi king makers dalam Pemilihan Presiden 2024

KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Ilustrasi - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato di deklarasi presiden pilihan buruh KSPI di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018). 

Wartakotalive.com, Jakarta - Pengamat politik Wempy Hadir menilai saat ini ada enam tokoh yang akan menjadi king makers dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pertama, Wempy menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menilai meski Jokowi hanyalah petugas partai, namun posisinya sebagai presiden membuat kekuasaan dapat dikendalikan olehnya.

"Apalagi Jokowi orangnya cukup bersih dan sederhana sehingga kesetiaan pembantu beliau itu sangat tinggi. Oleh karena itu kemanapun arah politik yang didorong Pak Jokowi ini juga akan menentukan arah presiden pada 2024," katanya dalam diskusi daring yang digelar ParaSyndicate, Rabu (30/6/2021).

Kedua, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Menurut Wempy, kemenangan dua kali berturut-turut PDIP dalam Pemilu membuat Megawati layak menjadi penentu peta persaingan Pilpres 2024.

"Kekuatan ini bisa dijadikan kekuatan elektoral pada pilpres mendatang. Apalagi kalau saya lihat Megawati kalau hari ini sangat percaya diri," ujarnya.

Ketiga, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Wempy melihat, sosok Menteri Pertahanan itu bisa bermain 'dua kaki' sebagai king maker atau orang yang akan didorong maju dalam Pilpres 2024.

"Namun saya melihat Prabowo sedang mengalami dilema apakah tetap maju atau mendorong calon lain dalam kontestasi Pilpres mendatang," ucap Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia (Sulindo) itu.

"Menurut saya dia akan sangat realistis dan menghitung kekuatannya. Kalau sampai 2023 nanti elektabilitas tidak meningkat menurut saya akan ada kalkulasi ulang dari Prabowo," imbuhnya.

Keempat, Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wempy menilai SBY memiliki beban sejarah dalam hidupnya karena belum berhasil mengantar anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam gelaggang politik nasional.

Menurutnya, hasrat SBY untuk mengantarkan AHY di posisi pucuk tertinggi negara tak pernah padam.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved