Virus Corona Jabodetabek

Kekurangan Nakes, RSUD Cibinong Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Rudy Susmanto Berikan Dukungan

Wakil Direktur RSUD Cibinong, dr. Fusia Medyawati mengungkapkan, untuk mengurai antrean pasien yang memerlukan IGD, maka tenda daurat didirikan.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Kekurangan Nakes, RSUD Cibinong Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Rudy Susmanto Berikan Dukungan. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kekurangan tenaga kesehatan (Nakes), RSUD Cibinong kewalahan tangani pasien Covid-19, Rudy Susmanto berikan dukungan.

Lonjakan pasien Covid-19 di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, dalam pekan ini mengkhawatirkan.

Sebab, warga Kabupaten Bogor yang positif Covid-19 dan membutuhkan ruang IGD banyak, sehingga membuat antrean.

Wakil Direktur RSUD Cibinong, dr. Fusia Medyawati mengungkapkan, untuk mengurai antrean pasien yang memerlukan instalasi gawat darurat, pihaknya dibantu pihak kepolisian telah mendirikan tenda darurat.

"Tenda itu awalnya hanya untuk ruang antrian pasien yang akan masuk ruang IGD. Tapi karena pasien terus berdatangan akhirnya kita jadikan ruang IGD," katanya.

Masalah krusial lainnya, menipisnya ketersedian oksigen dan obat-obatan. Jumlah tenaga kesehatan juga mulai tidak sebanding dengan jumlah pasien yang memerlukan perawatan.

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di Kabupaten Bogor Mengkhawatirkan DPRD Kabupaten Bogor Semangati Tenaga Kesehatan

Minggu lalu, pihak RSUD menyebarkan flyer di medsos untuk rekrutmen 10 tenaga dokter dan 37 perawat.

"Biasanya kalau kami buka rekrutmen di medsos berduyun-duyun yang daftar. Tapi, sampai hari ini hanya 7 orang perawat yang mendaftar, itupun 3 orang di antaranya mengundurkan diri dan 4 orang sedang orientasi," kata dia.

Sementara untuk tenaga dokter, dari kebutuhan 10 orang, yang mendaftar hanya 3 orang.

"Dan 1 orang mengundurkan diri, 1 lagi tidak memenuhi standar," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Ciawi. Direktur RSUD Ciawi, dr. M Tsani Musyafa mengatakan, pihaknya cukup kewalahan menangani lonjakan pasien covid-19, di tengah kebutuhan layanan kesehatan untuk pasien nonCovid yang cukup tinggi.

Baca juga: Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemerintah Tambah Vaksin untuk Percepat Vaksinasi

Pihak RSUD Ciawi terpaksa membangun tenda darurat untuk mengurai antrian pasien yang membutuhkan ruang IGD. Tenda tersebut didirikan di lahan parkir yang sempit.

"Kami sudah mendirikan dua tenda darurat dari BPBD, 1 tenda untuk pasien covid dan 1 tenda lagi untuk pasien non Covid," katanya.

Tsani juga mengungkapkan, ketersedian obat-obatan untuk pasien yang dirawat di RSUD Ciawi semakin menipis. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved