Breaking News:

Narkoba

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap TPPU Sindikat Sabu Lintas Negara, Sita Aset Rp 14,8 Miliar

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap TPPU Sindikat Sabu Lintas Negara, Sita Sabu 2 Kilogram dan Aset Senilai Rp 14,8 Miliar

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara dengan barang bukti seberat 2 kilogram.  

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara dengan barang bukti seberat 2 kilogram. 

Sebanyak 10 tersangka masing-masing MI, MRR, N, MIS, OPH/GPL, YP, NH, J, MM dan H ditangkap. Sementara tersangka lainnya yang merupakan warga negara Malaysia berinisial A masih buron. 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan pengungkapan TPPU senilai Rp 14,8 miliar berawal dari pengungkapan sindikat sabu lintas negara seberat 2 kilogram. 

Ketika itu pihaknya menangkap dua pelaku yakni MI dan MRR yang kedapatan membawa sabu seberat 2 kilogram dalam bungkus teh cina saat turun dari KM Lawit di Pelabuhan Tanjung Priok. 

“Dari hasil pengembangan itu dari dua (tersangka) berkembang jadi total 10 tersangka dengan peran yang berbeda beda dengan lokasi yang berbeda beda,” ucap Kholis, Selasa (29/6/2021). 

Setelah pengungkapan pada Maret 2021 silam, pihaknya lalu melakukan penelusuran terhadap sindikat yang melibatkan warga negara Malaysia dan mengungkap TPPU

“Adapun total penelusuran pelacakan aset dari kegiatan ilegal yang dapat kami sita, total nilainya lebih dari Rp 14 milliar,” ungkap Kholis. 

Baca juga: KOMPAN Minta BPK RI Turut Tangan Soal Dugaan Aliran Dana asing ke Indonesia Corruption Watch

Jumlah tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp 6,2 miliar, lalu 3 unit mobil senilai Rp 600 juta, 12 unit motor senilai Rp 800 juta, 2 unit speedboat, hingga 14 sertifikat tanah sekitar Rp 7 miliar. 

Penanganan TPPU ini akan intensif berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) maupun jaksa penuntut umum agar bisa diproses hingga ke pengadilan. 

“Sebagaimana arahan Pak Kapolri bahwasanya penanganan narkotika agar dikembangkan hingga ke pencucian uangnya. Ini yang kami lakukan,” ungkap Kholis. 

Baca juga: Kantor Kecamatan Ciracas Ditutup, Seluruh Pelayanan Masyarakat Dialihkan ke Kantor Kelurahan Ciracas

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved