Berita Jakarta

Pembangunan Terus Berlanjut, Satpol PP Jaksel Bakal Gembok Gedung 5 Lantai Tanpa IMB di Fatmawati

Pembangunan Terus Berlanjut, Satpol PP Jakarta Selatan Bakal Gembok Bangunan Lima Lantai Tanpa IMB di Fatmawati. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Gedung bakal hotel di Jalan Fatmawati Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (10/6/2021). Gedung berlantai lima itu tak memiliki IMB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berulang kali diperingatkan untuk menghentikan seluruh kegiatan, pemilik gedung lima lantai yang terletak di Jalan Fatmawati Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan masih saja membandel.

Pemilik bangunan mengabaikan imbauan Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan dengan terus melanjutkan pembangunan.

Padahal diketahui bangunan bakal hotel itu tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta melanggar sejumlah ketentuan.

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan menegaskan bakal memanggil pemilik bangunan ataupun pihak kontraktor.

Pemanggilan tersebut untuk memeriksa kelengkapan administratif serta perizinan terkait pembangunan gedung yang terletak tak jauh dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pondok Labu itu.

"Akan segera kita panggil. Nanti kita lihat apakah sudah terbit IMB-nya atau belum, " kata Ujang Harmawan saat dihubungi pada Senin (28/6/2021).

Ujang mengatakan, apabila bangunan belum memiliki IMB, pihaknya akan menutup akses keluar masuk ke dalam proyek pembangunan gedung bakal hotel tersebut.

Penutupan akses, kata Ujang, dengan cara menggembok pagar proyek dengan rantai dengan melibatkan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata).

"Kita akan koordinasi dengan Citata untuk menggembok pagar proyek untuk menutup akses keluar masuk, " tegas Ujang.

Baca juga: Anies: Melebihi Target, Rata-rata 130.000 Warga DKI Terima Vaksin Dalam Sehari Kotak Masuk

Dilaporkan ke Anies

Keberadaan gedung lima lantai di Jalan Fatmawati Raya, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan disoroti masyarakat.

Tak terkecuali pegiat antikorupsi, Indonesia Corruption Observer (InaCo).

Ketua InaCo Order Gultom menyebutkan terdapat sejumlah pelanggaran yang terjadi dalam pembangunan gedung tersebut.

Antara lain, tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta sejumlah pelanggaran, seperti melanggar garis sepadan bangunan (GSB) dan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved