Breaking News:

Covid 19 Bekasi

Percepat Penanganan Pasien Covid-19, Pemkot Bekasi Akan Buka Tempat Isolasi di Sejumlah Lokasi

"Karena kita ingin mendekatkan jarak (pelayanan kesehatan), jangan orang dari Pondok Melati ke sini (RSUD Kota Bekasi), orang Bantargebang ke sini

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan pihaknya akan berupaya mengantisipasi lonjakan pasien serta ketersediaan tempat tidur rumah sakit dengan cara memfungsikan RS Budi Lestari menjadi rs rujukan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN --- Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data laman resmi corona.bekasikota.go.id, kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Sabtu (26/6/2021), sebanyak 50.874 kasus terkonfirmasi.

Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 3.180 pasien, sebanyak 46.951 dinyatakan sembuh, serta 653 kasus meninggal dunia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan pihaknya akan berupaya mengantisipasi lonjakan pasien serta ketersediaan tempat tidur rumah sakit dengan cara memfungsikan RS Budi Lestari menjadi rs rujukan.

"Seperti yang saya sampaikan tadi, di RSD Stadion Patriot juga kita akan ada penambahan, lalu RS Budi Lestari juga akan kita jadikan pusat rujukan juga ada 180 bed di sana," kata Rahmat di RSUD Kota Bekasi, Sabtu (26/6/2021).

Dia menambahkan, pihaknya juga akan membuka tempat rawat inap isolasi untuk pasien Covid-19 di beberapa tempat agar mempercepat penanganan pasien.

"Karena kita ingin mendekatkan jarak (pelayanan kesehatan), jangan orang dari Pondok Melati ke sini (RSUD Kota Bekasi), orang dari Bantargebang ke sini, Padahal RSUD Tipe D (Pondok Melati dan Bantargebang) ada tapi sudah penuh nah kita cari upaya-upayanya," terangnya.

Berdasarkan data evaluasi Satgas Covid-19 per 19 Juni 2021, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap isolasi rumah sakit se-Kota Bekasi 84 persen.

Jumlah tempat tidur yang terisi sebanyak 1.628, sedangkan kapasitas yang tersedia sebanyak 1.938 tempat tidur rawat inap isolasi pasien Covid-19.

Tingginya kasus aktif Covid-19 tidak sebanding jumlah kapasitas tempat tidur isolasi.

Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah sakit membeludak serta sebagian penyintas melakukan isolasi mandiri di rumah.

RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi yang merupakan rumah sakit rujukan utama telah menambah kapasitas dengan membangun tenda darurat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan kemampuan yang ada agar mampu mengendalikan lonjakan kasus Covid-19.

"Cari tempat (isolasi) yang baru tapi dekat dengan kondisi kewilayahan pasien, terus juga nakes kita persiapkan, Insyaallah Kota Bekasi mampu mengendalikan ini," tegasnya. 

Baca juga: Seluruh Rumah Sakit Sudah Penuh Pasien, Wali Kota Bekasi: Hanya Satu Caranya, Terapkan Prokes

Baca juga: Seorang Pekerja di Perusahaan Karawang Terpapar Virus Corona Varian Delta Ternyata Warga Kota Depok

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved