Breaking News:

Timnas Indonesia

Menpora Zainudin Amali Optimistis Indonesia akan Punya Timnas yang Baik pada Sepuluh Tahun ke Depan

Menpora Zainudin Amali menilai, kualitas sepak bola Indonesia harus dibenahi jika ingin membentuk Timnas Indonesia yang disegani negara-negara lain.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Kemenpora.go.id
Menpora Zainudin Amali. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai, kualitas sepak bola Indonesia harus terus dibenahi jika ingin membentuk Timnas Indonesia yang disegani negara-negara lain.

Salah satu cara untuk membenahi kualitas sepak bola berasal dari pembinaan usia dini.

Oleh karena itu, Zainudin menekankan kembali Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional untuk dijadikan sebagai dasar pembangunan sepak bola, agar terstruktur sejak dini dan tidak instan.

Bila Inpres tersebut diterapkan dengan benar ia pun optimistis Indonesia akan punya skuat Timnas Indonesia yang berkualitas kedepannya.

"Saya berharap, kira-kira sepuluh tahun ke depan kita punya satu Timnas sepak bola yang bagus, cukup kuat, dan tangguh asalkan kita konsisten," kata Zainudin dikutip dari Tribunnews.com.

"Hanya saja memang, masyarakat kita maunya instan dan segera. Hari ini tanding, ya harus menang. Sementara, kita tidak sadari sistem pembinaan yang ada, kualitas yang ada, materi yang ada tidak dipersiapkan dengan baik,” ujar Zainudin.

Baca juga: Jelang PON Papua, Zainudin Amali Minta Koordinasi Lebih Intensif Antara PB PON dengan Sub-Sub PB PON

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Menilai Sirkuit Nasional Wushu Taolu 2021 Jadi Tempat Memilih Atlet Junior

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Mendukung Upaya PB WI untuk Memainkan Cabang Olahraga Wushu di Olimpiade

Zainudin menerangkan bahwa pembinaan sepak bola nasional masih belum dipersiapkan dengan baik dan secara detail.

Dia menuturkan bahwa nutrisi pemain timnas di negara-negara lain sudah terkontrol dengan baik. 

“Pelatih kita, Shin Tae-yong sangat ketat terhadap kedisiplinan makan anak didiknya. Sangat tidak boleh makan gorengan. Padahal, gorengan itu makanan kesukaan sejak kecil, karena itu adalah kelemahan di timnas kita, ini contohnya,” terang Zainudin.

"Suatu saat saya optimistis, asalkan kita membina Timnas kita secara terstruktur, konsisten, dan berkesinambungan. Jangan angin-angin seperti sekarang,” ucap Zainudin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved