Pariwisata

Kemenhub Dukung Konektivitas Wisata Melalui Ketersediaan Angkutan KSPN

Dirjen Perhubungan Darat di lima Destinasi Wisata Super Prioritas ini dalam bentuk pengembangan prasarana dan sarana angkutan

Wartakotalive/Mochammad Dipa
Direktur Angkutan Jalan, Direktorat Perhubungan Angkatan Darat, Ahmad Yani memberikan paparan terkait layanan angkutan KSPN dalam webinar bertajuk “Strategi Meningkatkan Angkutan KSPN dan Angkutan Pariwisata Dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional”, Kamis (24/6). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) siap mendukung konektivitas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di lima Destinasi Wisata Super Prioritas.

Destinasi Wisata Super Prioritas itu adalah Danau Toba di Sumatera Utara; Borobudur di Magelang, Jawa Tengah; Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo Nusa, Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara.

Adapun bentuk dukungan konektivitas Kemenhub melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat di lima Destinasi Wisata Super Prioritas ini dalam bentuk pengembangan prasarana dan sarana angkutan jalan, peningkatan keselamatan transportasi jalan dan penyediaan angkutan antar moda.

“Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat bekerja sama dengan pihak terkait, serius memberikan penyediaan pelayanan angkutan penumpang KSPN dan angkutan pariwisata terintergrasi yang aman, nyaman, sehat dan terjangkau dengan menghubungkan antar simpul transportasi utama dengan kawasan pariwisata,” ujar Direktur Angkutan Jalan, Direktorat Perhubungan Angkatan Darat, Ahmad Yani dalam webinar bertajuk “Strategi Meningkatkan Angkutan KSPN dan Angkutan Pariwisata Dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional”, Kamis (24/6).

Baca juga: Sandiaga Uno: Event Sound of Borobudur Dapat Tingkatkan Pariwisata Berkualitas & Buka Lapangan Kerja

Baca juga: Pemkab Bekasi Dorong Pokdarwis Jadi Ujung Tombak Pengembangan Pariwisata

Ahmad Yani menambahkan, bahwa Dirjen Perhubungan Darat sudah menyiapkan suatu infrastruktur di bidang transportasi, misalnya yang paling besar itu di Danau Toba.

"Kita siapkan dermaganya. Kurang lebih ada 12 dermaga yang kami siapkan, kemudian juga termasuk kapalnya," ujarnya.

Menurutnya, aspek pelayanan di Danau Toba penting diperbaharui. Saat ini, destinasi super prioritas tersebut masih menggunakan model pelayanan tradisional dan dinilai cukup membahayakan keselamatan masyarakat.

Skema pelayanan terbaru juga digadang-gadang sangat terjangkau atau murah, dimana kendaraan yang tersedia akan disubsidi Kementerian Perhubungan dengan pola yang terintegrasi.

"Tadinya sangat tradisional dan sangat membahayakan dari sisi keselamatan, kita tahu bahwa di sana pernah terjadi suatu kecelakaan yang cukup besar yang menyebabkan meninggalnya yang melakukan penyebrangan di kawasan Danau Toba sampai 180-an orang. Sebab itu kita kembangkan dermaganya, kita kembangkan kapalnya, kita kembagkan akses bandara dengan kendaraan KSPN," sebut Ahmad Yani.

Baca juga: Pesta Kesenian Bali ke-43 Resmi Dibuka, Sandiaga Uno: Awal Kepulihan dan Kebangkitan Pariwisata

Sementara, untuk kawasan Borobudur yang juga menjadi salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas (DWSP).

Saat ini sudah tersedia 13 trayek transportasi darat dan memudahkan pergerakan dari bandara Adi Sutjipto dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) untuk langsung menuju Kompleks Candi Borobudur.

Dari data yang dihimpun Direktorat Jendral Perhubungan Darat (Ditjenhub) Kemenhub ada 15 KSPN yang sudah terlayani angkutan umum, disiapkan Kementerian Perhubungan mengikuti arahan Peraturan Menteri 88/2020 tentang Pelayanan Angkutan Umum pada Kawasan Strategi Nasional (KSN).

Tingkat keterisian dibawah 30 persen

Meski demikian, Ahmad Yani menyebutkan bahwa tingkat keterisian penumpang untuk angkutan umum KSPN masih sangat kecil atau berada di bawah persentase 30 persen.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved