Breaking News:

Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel

Kadispora Tangsel Kesal Kerap Disebut Namanya dalam Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel

Kadispora Tangerang Selatan, Wiwi Martawijaya kesal namanya terus disebut terlibat dalam korupsi dana hibah KONI Tangsel. Padahal, dia tidak ikut.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kadispora Kota Tangsel Entol Wiwi Martawijaya kesal namanya kerap disebut terlibat pada kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel. Padahal, dia bersih dan tak ikut-ikutan praktik busuk tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kadispora Tangerang Selatan, Wiwi Martawijaya menyesalkan pemberitaan dugaan keterlibatan pihaknya dalam kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel 2019.

Selain meluruskan posisinya, yang tidak berada di dalam penyusunan anggaran dana hibah tahun 2019, Wiwi dengan tegas menyebut dirinya tidak menikmati dana aliran dana hibah tersebut.

Sebaliknya, Wiwi yang juga merupakan pembina IPSI Tangsel menjelaskan dirinya tidak akan mencoreng nilai-nilai olahraga demi mengambil keuntungan dari yang bukan haknya.

Baca juga: Roda Organisasi KONI Tangsel Tetap Beroperasi, Meski Ketua dan Bendaharanya Tersandung Kasus Korupsi

"Boro-boro dapat persenan, kalau kata orang mah saya tekor. Tanya saja, saat menang di POPDA dulu. Makanya kenapa menyudutkan kadispora," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (34/6/2021) di kantornya.

Sementara itu, Wiwi menjelaskan fokusnya adalah memajukan pretasi atlet Tangsel, yang dibuktikan dengan raihan quattrick di kejuaraan Piala Olahraga Pelajar Daerah.

Sementara itu, dirinya pun tetap bersinergi dengan KONI Tangsel guna menjaga prestasi atlet Tangsel, khususnya di penganggaran dana hibah 2021, di mana kadispora sudah terlibat di dalamnya.

Meski dana hibah 2021 tertunda pencairannya, namun Wiwi memastikan akan mencairkan dana hibah KONI tahun 2021, namun dengan menunggu KONI Tangsel menunjuk pelaksana tugas, untuk menggantikan ketua KONI yang terjerat kasus korupsi, di mana dalam aturan dana hibah, harus ada penanggung jawab dana hibah tersebut.

Baca juga: Gara-gara Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel 2019, Pencairan Dana Hibah 2021 Menjadi Tertunda

Ditahannya ketua dan bendahara KONI Tangsel atas kasus korupsi dana hibah 2019 beberapa waktu lalu memberikan dampak pada proses anggaran pembinaan atlet dan pelatih di Tangsel.

Akibat kasus korupsi tersebut, dana hibah periode 2021 ditunda pencairannya. 

Padahal penggunaan dana hibah ditujukan untuk pembinaan atlet dan pelatih untuk tahun ini.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved