Breaking News:

Kesehatan

Istry, Aplikasi untuk Dapatkan Informasi Seputar Terapi Kanker

Aplikasi ini juga memiliki fitur informasi cara pemberian/administrasi obat serta data efek samping obat kemoterapi dan terapi target.

Penulis: M Nur Ichsan Arief | Editor: Alex Suban
dok peraboi
Istry adalah aplikasi mobile berbayar, berbasis android yang menyediakan platform interaktif bagi tenaga medis untuk memperoleh informasi tentang terapi kanker terbaru yang beredar di Indonesia, terutama kanker payudara, kanker tiroid, kanker kepala leher, kanker jaringan lunak, kanker kulit, dan limfoma. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kanker adalah tumor ganas yang menyerang salah satu organ dan dalam perkembangannya dapat menyebar ke banyak organ tubuh lain.

Salah satu terapi kanker adalah dengan terapi sistemik menggunakan obat, atau yang banyak dikenal dengan istilah kemoterapi. Perkembangan terapi sistemik dalam penanganan kanker mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai obat baru baik kemoterapi maupun terapi target terus bermunculan. Perkembangan informasi yang masif ini tidak semuanya dapat terekam dalam memori para dokter. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya Istry, singkatan dari Indonesian Sistemic Therapy.

Baca juga: Gary Iskak Dikabarkan Sakit Kanker Hati hingga Dirawat di Rumah Sakit, Sahabat: Dia Hanya Pingsan

Baca juga: 50 Persen Lebih Perempuan Didiagnosa Kanker Payudara Tidak Pernah Periksa Kesehatan

Istry adalah sebagian kontribusi Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia untuk penanganan kanker di Indonesia.

“Ini adalah aplikasi gawai pintar pertama di Indonesia yang dapat menyediakan informasi bagi dokter untuk mengambil keputusan klinis dalam bidang terapi sistemik kanker”, kata dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia dalam acara peluncuran Istry yang di selenggarakan di RS Kanker Dharmais,Jumat (25/6/2021).

Istry adalah aplikasi mobile berbayar, berbasis android yang menyediakan platform interaktif bagi tenaga medis untuk memperoleh informasi tentang terapi kanker terbaru yang beredar di Indonesia, terutama kanker payudara, kanker tiroid, kanker kepala leher, kanker jaringan lunak, kanker kulit, dan limfoma.

Baca juga: Kim Jong Un Sebut K-Pop sebagai Kanker Ganas, Merusak Generasi Muda

Baca juga: Rasio Kesembuhan Anak Penderita Kanker Meningkat, Pengobatan Justru Picu Efek Samping Jangka Panjang

Project Manager Istry dr Febriyanto Kurniawan, SpB(K)Onk menyampaikan bahwa sasaran pengguna Istry adalah dokter ahli bedah onkologi, dokter ahli hematologi onkologi, dan dokter bedah umum yang menangani pasien kanker.

“Dengan aplikasi Istry, dokter dapat langsung menghitung dosis obat kemoterapi, obat hormonal, dan obat penunjang terapi kanker lainnya. Ini akan sangat memudahkan dokter serta meningkatkan ketepatan terapi, yang akhirnya akan menguntungkan pasien”, ujar dr. Febriyanto.

Aplikasi ini juga memiliki fitur informasi cara pemberian/administrasi obat serta data efek samping obat kemoterapi dan terapi target.

“Data efek samping ini penting karena seringkali pasien bertanya tentang efek samping bahkan sebelum kemoterapi dimulai,” jelas dr. Anton.

Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa aplikasi ini akan dievaluasi dan diperbaharui setiap 2 tahun untuk menjamin akurasi dan kekinian informasi.

Baca juga: Waspada Kembung dan Nyeri Perut Jadi Tanda-tanda Kanker Ovarium

Baca juga: Laki-laki Bisa Terkena Tumor Payudara, Kecil Kemungkinan Menjadi Kanker

Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof.dr. Abdul Kadir, PhD, SpTHTKL(K) juga hadir dalam peluncuran aplikasi Istry.

Beliau menyampaikan selamat kepada Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia yang telah membangun aplikasi Istry.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada teman-teman ahli bedah onkologi yang telah mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam pelayanan kesehatan, semoga aplikasi ini dapat digunakan semaksimal mungkin oleh para dokter di Indonesia yang merawat pasien kanker”, pungkas Prof. Kadir.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved