Breaking News:

Pilpres

Ngotot Ingin Jokowi-Prabowo Berduet, Qodari Mengaku Ingin Damaikan Cebong Kampret

Ngotot Ingin Jokowi-Prabowo Berduet, Qodari Mengaku Ingin Damaikan Cebong Kampret. Berikut alasannya

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Diginas Tribunnews pada Kamis (24/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Dewan Penasehat Relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) M Qodari mengaku ingin menyudahi polarisasi cebong kampret di masyarakat.

Hal inilah yang membuatnya ngotot ingin Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto maju sebagai Capres dan Cawapres di Pilpres 2024.

Qodari mengatakan, bahwa saat ini zaman sudah berubah. Masuknya media sosial membuat kontalasi politik lebih memanas karena banyaknya kebiasan informasi.

Hal inilah kata Qodari, yang membuat Pilpres di Indonesia tahun 2019 dan Pemilu Amerika Serikat 2017 lalu penuh dengan informasi hoaks dan ujaran kebencian.

Maka dari itu, menurut Qodari, cara untuk menyelesaikannya ialah dengan menduetkan Jokowi dan Prabowo di Pilpres tahun 2024.

Sebab kedua orang tersebut memiliki massa yang sama-sama besar sehingga riskan menimbulkan pergesekan di akar rumput.

Baca juga: Rakesh Bhagwandas Daryanani: dari Otodidak Jadi Desainer Sukses Kalangan Selebritas

"Kalau Jokowi Prabowo saya yakin potensial didukung Parpol 80 persen. Sehingga Paslon hanya akan ada satu dan berhadapan dengan kotak kosong. Jadi tensi politik turun dan pemilu lancar. Tidak ada lagi cebong kampret," ujar Direktur lembaga survei Indo Barometer itu dalam Diginas Tribunnews Kamis (24/6/2021).

Meskipun kata Qodari, wacana itu harus melalui proses amandemen konstitusi UUD 1945 karena Jokowi sudah dua kali terpilih menjadi Presiden.

Baca juga: Ini Alasan Qodari Dorong Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Tutup Ruang Politik Variabel Imam Besar

Menurutnya, perubahan masa keterpilihan presiden di sebuah negara merupakan hal wajar karena sudah dilakukan beberapa negara lainnya seperti China, Malaysia, dan Rusia.

Sebelumnya, mama Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, sedang ramai di Twitter, dalam tagar #TangkapQodari.

Baca juga: Ini Alasan Qodari Dorong Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Tutup Ruang Politik Variabel Imam Besar

Hal tersebut lantaran dirinya dianggap telah melanggar konstitusi setelah menyerukan dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode.

Ia juga mendukung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai Calon Wakil Presiden (Wapres) di Pilpres 2024.

Tidak hanya itu, Qodari juga membentuk Komunitas Jok-Pro 2024 atau Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024.

Komunitas Jok-Pro 2024 diketahui resmi melakukan acara syukuran dan peresmian Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) di Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021) kemarin. (m24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved