Breaking News:

Virus Corona Jakarta

KELUARGA Korban Covid-19 Menangis di Depan Gubernur Anies Baswedan di TPU Khusus Corona Rorotan

Keluarga korban Virus Corona menangis di depan Gubernur Anies Baswedan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, TPU khusus korban Covid-19.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau TPU Rorotan, Jakarta Utara, tempat pemakaman khusus korban Virus Corona, Rabu (23/6/2021). Lahan seluas 3 hektar ini khusus untuk pemakaman dengan prosedur Covid-19. 

#ABW

Update Virus Corona Jakarta

Berikut ini adalah update terbaru kasus Virus Corona Jakarta bersumber dari corona.jakarta.go.id.

Sampai Rabu (23/6/2021) kemarin, di Jakarta terdapat 486.957 kasus Virus Corona.

Dalam satu hari kemarin terjadi penambahan kasus Virus Corona sebanyak 4.693 kasus.

Jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan/isolasi tercatat 35.705 orang (bertambah 3.514 orang) dan pasien sembuh 443.195 orang (bertambah 1.136 orang).

Total kematian akivat Virus Corona di Jakarta sampai kemarin tercatat 8.057 orang (Indonesia 55.594 orang).

Tingkat kematian akivat Covid-19 di Jakarta sebesar 1,7 persen, masih di bawah rata-rata nasional (Indonesia) sebesar 2,7 persen.

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jakarta sebesar 91 % atau di atas rata-rata Indonesia sebesar 89.4 persen.

PPKM 22 Juni-5 Juli 2021, Tempat Ibadah Ditutup

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI No 796 tahun 2021 tentang Kebijakan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro atau biasa disebut PPKM Mikro.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI No 796 tahun 2021 tentang Kebijakan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro atau biasa disebut PPKM Mikro. (@aniesbaswedan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI No 796 tahun 2021 tentang Kebijakan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro atau biasa disebut PPKM Mikro.

Kebijakan terkait pengendalian kegiatan di masyarakat itu berlaku 22 Juni sampai 5 Juli 2021 dimaksudkan untuk menekan sebaran Virus Corona.

Kebijakan yang diterbitkan pada 21 Juni 2021 itu mengatur sejumlah aktivitas, termasuk di antaranya adalah kegiatan di tempat ibadah.

Selama masa pemberlakukan PPKM Mikro tersebut, aktivitas tempat ibadah di Jakarta ditutup.

Dalam Keputusan Gubernur Anies Baswedan ini, kegiatan di tempat ibadah masuk dalam poin ketujuh, yaitu aktivitas kegiatan peribadatan agar dilaksanakan di rumah. 

Ketentuan peribadatan selama masa pandemi bulan Juni-Juli ini juga diatur melalui Surat Edaran Menteri Agama  No 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Kegamaan di Rumah Ibadat.

Dalam SE Menteri Agama yang dikeluarkan 15 Juni 2021 itu disebutkan Kegiatan keagamaan di daerah zona merah ditiadakan sementara sampai dinyatakan aman dari Covid- 19 berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Jakarta ditetapkan sebagai provinsi zona merah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved