Breaking News:

Kasus Habib Rizieq

Kasus Tes Swab Rumah Sakit UMMI Bogor, Habib Rizieq Shihab Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus Tes Swab Rumah Sakit UMMI Bogor, Habib Rizieq Shihab Divonis Empat Tahun Penjara. Berikut Selengkapnya

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dwi Rizki
kompas.com
Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Habib Rizieq Shihab divonis bersalah dalam perkara tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab di RS UMMI Bogor yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (24/6/2021). 

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Khadwanto mengatakan Habib Rizieq terbukti bersalah sehingga akhirnya pengadilan divonis empat tahun penjara. 

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun," kata Khadwanto, Kamis (24/6/2021).

Habib Rizieq dianggap melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana saat menyatakan dirinya sehat meski hasil tes PCR menunjukkan positif Covid-19.

Putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta vonis enam tahun penjara.

Baca juga: 103 Warga Perumahan BCM Cikarang Positif Covid-19, Pemukiman Warga Lockdown Lokal

"Putusan tersebut diucapkan pada sidang yang terbuka untuk umum pada Kamis (24/6/2021)," ujar Khadwanto.

Pertimbangan meringankan bagi Habib Rizieq yakni ada tanggungan keluarga dan seorang guru agama, sehingga diharapkan bisa menunjukkan kelakuan yang baik ke depannya. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Ibu Kota Meningkat, Seluruh Taman di Jakarta Pusat Kembali Ditutup Hingga 5 Juli 2021

Sementara pertimbangan memberatkan karena dianggap meresahkan warga, karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi covid-19.

Seperti diketahui sebelumnya, JPU menuntut Habib Rizieq dengan tiga dakwaan, pertama primair disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Baca juga: Wali Kota Tangerang Ajak Mahasiswa untuk Jadi Relawan Tenaga Kesehatan Tangani Covid-19

Subsider pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dakwaan ketiga Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved