Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Kasus Covid-19 Melonjak, Imam Besar Istiqlal Ajak Masyarakat Zikir di Rumah ketimbang Pergi ke Mall

Menurutnya, dengan berpergian ke tempat wisata, justru dikhawatirkan akan menambah angka kasus Covid-19

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Feryanto Hadi
Joko Suprianto
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar. 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR -- Seiring kasus Covid-19 yang terus mengalami kenaikan, membuat mobilitas masyarakat dilakukan pengetatan untuk mengantisipasi penularan yang lebih meluas lagi.

Jam operasional tempat-tempat usaha pun juga dilakukan pembatasan menyusul kasus aktif covid-19 yang mengalami kenaikan pasca libur lebaran beberapa waktu lalu.

Atas kondisi ini, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang lebih positif seperti melaksanakan dzikir di rumah dibandingkan pergi ke mall maupun rekreasi di tengah masa pengetatan ini.

Baca juga: Tinjau TPU Rorotan, Anies Ingatkan Kematian jadi Peristiwa Berat, Minta Warga Patuhi Prokes

Menurutnya, dengan berpergian ke tempat wisata, justru dikhawatirkan akan menambah angka kasus Covid-19 lantaran rentan terjadi interaksi dengan orang lain.

"Kita melawan Covid-19 dengan zikir. Zikir untuk mengajak orang untuk tenang. Ngapain kita pergi ke mall, ngapain kita rekreasi dalam era seperti ini," kata Nasaruddin Umar, Rabu (23/6/2021).

Di masa PPKM ini, sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta masyarakat di sarankan untuk tidak melakukan berpergian keluar rumah jika tidak dalam keadaan yang mendesak. Untuk itu Nasaruddin mengajak untuk menghibur batin dengan melakukan dzikir.

"Lebih baik kita kontemplasi menghibur batin kita. Itu sangat bagus. Jadi kita bersama keluarga, solat jamaah di rumah tidak perlu ke masjid. Karena kondisi kita sedang rawan kan. Tapi nanti kalau selesai Covid-19 mari ke masjid," katanya.

Baca juga: Sudah Tak Ada Lagi Tempat Tidur Kosong Bagi Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Minggu

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya waspada dengan penyebaran virus Covid-19. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menilai, virus varian baru lebih mudah menyebar dan membuat gejala menjadi lebih berat.

"Ini yang mengkhawatirkan, dan perlu perhatian khusus bahwa minggu lalu kita mengalami kasus harian tertinggi yaitu 5.582 kasus baru,” kata Anies di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (22/6/2021).

Dari angka itu, kata Anies, sebanyak 655 anak yang terpapar berusia 5-18 tahun.Sedangkan, sebanyak 224 kasus di antaranya adalah anak di bawah usia 5 tahun.

Baca juga: Tinjau TPU Rorotan, Anies Ingatkan Kematian jadi Peristiwa Berat, Minta Warga Patuhi Prokes

Baca juga: Ariza Sangkal Pemprov DKI Angkut Jenazah Covid-19 Pakai Truk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota

"Jadi, 16 persen dari kenaikan kasus adalah anak-anak," ujarnya. 

Dengan fenomena itu, kata Anies, Jakarta mulai menghadapi situasi wabah yang berbeda dibanding awal pandemi.Besar kemungkinan yang menyerang adalah virus varian baru dengan potensi penularan yang tinggi. 

"Saya berharap kepada keluarga di Jakarta lebih berhati-hati. Usahakan di rumah saja, anak-anak biarkan bermain di rumah saja demi keselamatan semuanya," ujar Anies. (JOS).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved