Breaking News:

Pilpres 2024

JOKOWI-Prabowo Maju Pilpres 2024, M Qodari: Yang Tolak Hanya Kadrun & Variabel Imam Besar

Wacana Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024 didukung 80 persen parpol. Menurut Qodari, yang menolak hanya kelompok Kadrun dan Imam Besar.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
istimewa
Wacana Jokowi-Prabowo maju pada Pilpres 2024 terus mengelinding dan yang menolak, kata Qodari, hanya kelompok Kadrun dan Imam Besar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Wacana Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto atau Jokowi-Prabowo berpasangan pada Pilpres 2024 terus bergulir.

Adalah M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Baramoeter, tokoh yang pertama memunculkan wacana pasangan dua tokoh bangsa yang sempat bersaing pada Pilpres 2019 lalu itu. 

Dalam diskusi yang disiarkan di akun Youtube Tribunnews dan Youtube Wartakota Production, 3 narasumber kembali membahas wacana Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024 ini.

Ketika narsum itu adalah M Qodari, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, dan politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Baca juga: Isu Presiden 3 Periode, Arief Poyuono: Jokowi-Prabowo Pasti Kalah Sekalipun Lawan Kotak Kosong

Baca juga: Alasan Jokpro Dukung Duet Jokowi-Prabowo: Supaya Pilpres 2024 Terhindar dari Benturan

Dalam pandangan Qodari,  wacana pasangan Jokowi-Prabowo maju pada Pilpres 2024 akan mendapat dukungan mayoritas dari partai politik (parpol) dan juga sebagian besar rakyat Indonesia.

"Dukungan dari parpol terhadap pasangan Jokowi-Prabowo itu akan paralel dengan parpol yang kini mendukung pemerintahan. Paling tidak  didukung oleh 80 persen parpol," ujar Qodari.

Wacana ini, katanya, juga untuk menutup Variabel Imam Besar dari ruang komunikasi dan ruang politik.

Variabel Imam Besar ini yang diperkirakan akan menolak pasangan Jokowi-Prabowo karena calon mereka tidak akan bisa ikut dalam Pilpres 2024.

Tapi, Qodari tidak menjelaskan secara detail siapa yang dimaksud Imam Besar tersebut.

Qodari juga membenarkan bahwa wacana pasangan Jokowi-Prabowo juga berarti akan bergabungnya dua kelompok besar yang selama ini sering berseberangan, terutama saat Pilpres 2019.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved