Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Hari Ini Nasib Rizieq Shihab Terkait Kasus Tes Swab RS UMMI Bogor Ditentukan

Kamis (24/6) ini Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor akan digelar di PN Jaktim.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/RIZKI SANDI SAPUTRA
Foto dok: Rizieq Shihab bersama Muhammad Hanif Alatas dan Direktur Utama RS UMMI, dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pleidoi atas perkara hasil tes swab palsu RS UMMI Bogor di PN Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG -- Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada hari ini, Kamis (24/6/2021).

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, sidang tersebut mengagendakan pembacaan putusan terhadap tiga terdakwa kasus RS UMMI Bogor.

"Putusan untuk perkara nomor 223, 224 dan 225. Sidang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB dan disiarkan live streaming lewat akun YouTube PN Jaktim," kata Alex, Kamis (24/6/2021). 

Rizieq sendiri menjadi terdakwa pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu tersebut untuk perkara nomor berkas 225. 

Sementara perkara dengan nomor berkas 223 untuk terdakwa Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, dan nomor berkas 224 untuk terdakwa Muhammad Hanif Alatas.

Baca juga: JPU Sebut Julukan Imam Besar Isapan Jempol, Rizieq Shihab: Hati-hati, Jangan Menantang Para Pecinta

Baca juga: Rizieq Shihab Kerap Berkata Kasar Saat Pleidoi, Jaksa: Imam Besar Hanya Isapan Jempol

Ketiga terdakwa disangkakan melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Majelis Hakim menjatuhkan vonis hukuman enam tahun penjara kepada Rizieq.

Sementara Hanif dan dr Andi Tatat dituntut hukuman dua tahun penjara.

JPU menuntut Rizieq dengan tiga dakwaan, pertama primair disangkakan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP.

Baca juga: Rizieq Shihab Mengaku Pernah Bertemu Kepala BIN dan Kapolri di Arab Saudi, Jaksa: Cari Panggung

Subsider Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua disangkakan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dakwaan ketiga Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved