Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Ariza Pastikan Jenazah Pasien Covid-19 Tetap Diantar pakai Ambulan bukan Truk

Meski demikian, Ariza tak membantah soal adanya pembahasan tentang pengantaran jenazah Covid-19 memakai truk bila kasus kematian tinggi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan jenazah pasien Covid-19 tetap diantar pakai ambulan, bukan truk.

Hal itu dikatakan Ariza untuk menepis pernyataan anak buahnya sendiri, Kepala BPKD DKI Jakarta Edi Sumantri yang berbicara blak-blakan tentang pengangkutan jenazah memakai truk.

“Jangan sampai salah, belum ada pengangkutan jenazah pasien Covid-19 dengan truk. Semua jenazah Covid-19 diantar dengan ambulan,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (23/6/2021) malam.

Baca juga: Tertangkap Basah Tiduri Tetangganya, Pak RT Justru Emosi, Warga Makin Geram lalu Menghajarnya

Baca juga: Gibran Tutup Sekolah yang Muridnya Rusak Makam, Ferdinand Beri Sanjungan: Top, Jangan Tiru Jakarta

Ariza menyakini, meski kasus kematian Covid-19 cukup tinggi hingga di atas 50 orang, namun proses pengantaran jenazah tetap memakai ambulan. Kata dia, ambulan di Jakarta itu lebih dari 50 unit.

“Saya di parpol dan rata-rata parpol punya ambulans yang banyak, itu juga bisa digunakan. Belum lagi rumah sakit-rumah sakit dan puskesmas, jadi insyaallah jenazah pasien Covid-19 akan tetap diantar dengan ambulan,” ujar Ariza.

Meski demikian, Ariza tak membantah soal adanya pembahasan tentang pengantaran jenazah Covid-19 memakai truk bila kasus kematian tinggi.

Kata dia, semua segala kemungkinan terburuk akan menjadi pembahasan di internal Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Tak Ada Lagi Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Bekasi, Wali Kota: Terpaksa Kita Dirikan Tenda

“Kalau pembahasan ya semua kemungkinan harus dibahas, termasuk kami menyiapkan petak makam jumlahnya 11.643 petak. Sudah disiapkan dan kita tidak ingin ini dipenuhi karena kami mau semua segera sembuh kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

“Tapi sebagai antisipasi kami siapkan, bahkan ditumpang tindih makamnya itu dimungkinkan. Tapi itu kan bila dirasa tidak cukup tempatnya, ya insyaallah tempat makam cukup di Jakarta masih mencukupi,” lanjut dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri mengaku jenazah yang tersimpan di dalam peti sengaja diangkut memakai truk karena jumlah yang meninggal dunia cukup banyak.

Baca juga: Tempat Rawat Pasien Covid-19 di Jaksel Terisi 85 Persen, Pemkot Siapkan Lokasi Tambahan

“Dinas Pertamanan dan Hutan Kota tidak sanggup nguburin sudah capek semuanya sampai jam 6 doang, sisanya ditaruh. Hari ini akan diangkat karena ambulan tidak mungkin lagi, jadi pakai truk dengan kapasitas satu truk delapan peti,” kata Edi saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD DKI Jakarta pada Rabu (23/6/2021).

Dia mengatakan, dengan banyaknya warga di Jakarta meninggal akibat Covid-19, pemerintah harus menambah alokasi pembelian peti. Hingga saat ini serapan anggaran di Dinas Pertahaman dan Hutan Kota untuk proses pemulasaran dan pemakaman telah mencapai Rp 13,2 miliar.

Pemprov DKI Kewalahan Hadapi Pandemi, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut pakai Truk

Dia merinci, duit sebanyak itu untuk pembeliann peti Rp 4,6 miliar, insentif tenaga pemulasaran Rp 5,2 miliar dari Januari-Maret, pengadaan peti jenazah kembali dan pembelian alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan karet dan pakaian hazmat mencapai Rp 3,1 miliar. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved