Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Soal Status Depok, Jubir Satgas Covid-19 Sebut Zona Oranye, Kapolres Metro Depok Bilang Zona Merah

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menyampaikan kabar status atau zona Kota Belimbing itu belum berubah.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Soal Status Depok, Jubir Satgas Covid-19 Sebut Zona Oranye, Kapolres Metro Depok Bilang Zona Merah. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Soal Status Depok, Jubir Satgas Covid-19 sebut zona oranye, Kapolres Metro Depok bilang zona merah.

Meski sudah hampir 2 minggu lebih digempur lonjakan kasus konfirmasi Covid-19, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menyampaikan kabar status atau zona Kota Belimbing itu belum berubah.

Dalam pesan singkatnya kepada wartawan saat dikonfirmasi mengenai adakah perubahan zona akibat peningkatan pasien Covid-19, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok itu menjawabnya dengan membagikan bagan terkait zona Covid-19 Kota Depok.

Dari gambar yang dikirimkan itu, kota berjuluk Sejuta Maulid Nabi ini masih belum mengalami perubahan ke dalam zona yang lebih tinggi risiko penyebaran Covid-19 atau zona merah.

"Pertanggal 20 Juni 2021, Kota Depok masih berada di zona oranye," kata Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Depok Gandeng 1.000 Tokoh Agama untuk Sosialisasikan Bahaya Covid

Sementara Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, justru mengeluarkan pernyataan yang berbeda dengan Dadang.

Kepada wartawan, Imran mengatakan harus melakukan pengetatan wilayah di Kota Depok lantaran sudah berada di zona merah.

“Pengetatan wilayah harus dilakukan karena Kota Depok sudah masuk dalam status risiko tinggi atau zona merah,” ujar Kapolres Metro (Kapolrestro) Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Inilah Tiga Nama Calon Sekda Kota Depok yang Lulus Tahap Presentasi Makalah, SS Disebut yang Terkuat

Berdasarkan peningkatan status tersebut, Imran menegaskan pihaknya akan melakukan pemantauan dan penyekatan terhadap aktivitas warga pada malam hari.

“Warga dilarang keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Jika ada yang nekat melanggar, akan ditindak,” paparnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved