Sport

Betik Jadi Sosok Penting di Balik Kesuksesan Karier Atlet Panjat Tebing Indonesia Rajiah Salsabila

Atlet panjat tebing Indonesia, Rajiah Salsabila, sukses meraih medali emas Asian Games 2018.

Warta Kota
Dwi Yanto, pelatih yang menemukan bakat Salsabila, atlet panjat tebing Indonesia di tahun 2013. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Atlet panjat tebing Indonesia, Rajiah Salsabila, sukses meraih medali emas Asian Games 2018.

Salsabila merupakan atlet asal panjat tebing asal Kota Tangerang.

Di balik kesuksesan Salsabila, ternyata ada sosok yang menemukan bakat dan setia membimbing Salsabila, hingga menjadi sukses sebagai atlet panjat tebing Indonesia.

Dia adalah Dwi Yanto atau dipanggil Betik yang berprofesi sebagai pelatih panjat tebing.

Betik lah yang menemukan bakat Salsabila pada tahun 2013.

Sebagai pelatih, Betik menjadikan motivasi dan tekad Salsabila sebagai kekuatan untuk menuju atlet profesional.

"Saat itu, Salsabila masih kelas 2 SMP dan dirinya belum mengerti banyak tentang panjat tebing dan tentang kompetisi di panjat tebing," kata Betik kepada Warta Kota.

Baca juga: VIDEO Atlet Panjat Tebing Tangsel Kejar Target Lima Medali Emas Porprov Banten 2022

Baca juga: Tim Panjat Tebing Tangerang Selatan Target Raih 5 Medali Emas di Porprov Banten 2022

Baca juga: KONI Tangsel Terjerat Korupsi, Panjat Tebing Targetkan Raih Lima Medali Emas di Porprov Banten 2022

"Namun, dirinya punya tekad yang luar biasa. Itu yang membuat saya bangga melatih dirinya," ujar Betik.

Betik menerangkan bahwa dirinya melatih Salsabila mulai dari teknik dasar panjat tebing, baik cara memegang poin, cara menyeimbangkan badan, dan teknik lainnya.

Setelah menguasai teknik dasar, perlahan demi perlahan masuk ke teknik lainnya termasuk strategi memanjat dengan teknik pernafasan atau daya tahan tubuh.

Meski tak mudah, Betik takjub terhadap Salsabila yang bermodal motivasi dan kegigihan.

"Sebagai pelatih, tentu saya senang dengan anak didik yang punya semangat juang berlatih. Dirinya juga rutin berlatih dan perkembangannya bagus," terang Betik.

"Usaha tak menghianati hasil. Dua tiga tahunan berlatih, Salsabila masuk ke PON dan timnas saat SMA. Prestasinya juga luar biasa. Itu tidak mudah," ucap Betik.

Betik menyebut bahwa PON di tahun 2016 menjadi masa titik balik seorang Salsabila.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved