Breaking News:

Virus Corona

Ada 151 Virus Corona Varian Delta di Indonesia, Dimana Saja? Berikut Ini Penjelasan Lengkap Kemenkes

Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes beri penjelasan soal virus corona varian delta.

Editor: Panji Baskhara
Biro Pers Setpres/Kris
Mengenai kondisi penyebaran virus corona varian delta di Indonesia, dijelaskan Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi beri penjelasan soal virus corona varian delta.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, virus corona varian Delta telah terdeteksi di Indonesia dan tersebar di delapan provinsi.

Dikatakan Siti Nadia Tarmizi kembali, hingga kini ada sebanyak 151 kasus virus corona varian delta di Indonesia.

"Indonesia saat ini ada 151 varian Delta. Ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah dan enam provinsi lainnya," papar Siti Nadia Tarmizi dalam dialog virtual, pada Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Bernarkah Dua Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca 92 Persen Ampuh Mencegah Virus Corona Varian Delta?

Baca juga: Penularan Covid-19 di Bekasi Begitu Cepat, Dinkes Selidiki Apakah dari Varian Delta Atau Varian Lain

Baca juga: Pasien Tertular Varian Delta Asal India Lebih Cepat Alami Gejala Berat, Pengobatan Cepat Penting

Ia memaparkan enam provinsi tambahan yang melaporkan temuan varian yang berasal dari India ini adalah Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

"Delapan provinsi tadi sudah melaporkan ada varian Delta dan yang terbanyak ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah," ungkapnya.

Apa itu varian Delta dan bagaimana gejalanya?

Berikut penjelasan terkait varian Delta yang Tribunnews kutip dari Healthline.com:

Varian Delta juga dikenal sebagai B.1.617.2, pertama kali terdeteksi di India tetapi sejak itu muncul di lebih dari 70 negara.

Varian ini tidak hanya menyebar lebih mudah daripada varian sebelumnya tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved