Breaking News:

Berita Video

VIDEO Kesal Sering Jadi Saksi Korupsi KONI, Kadispora Tangsel Intimidasi dan Coba Pukul Wartawan

Saat itu Wiwi baru saja keluar dari Gedung Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel usai diperiksa sebagai saksi kasus korupsi tersebut

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan (Kadispora Kota Tangsel), Entol Wiwi Martawijaya melakukan aksi intimidasi berupa ancaman pemukulan kepada seorang wartawan media online. 

Insiden pengancaman disertai ancaman pemukulan itu dialami oleh pewarta media online Kabar6.com, Yudi Wibowo saat sedang melakukan peliputannya terkait tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel. 

Saat itu Wiwi baru saja keluar dari Gedung Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel usai diperiksa sebagai saksi kasus korupsi tersebut untuk sekian kalinya. 

Lantas sejumlah awak media yang melihat sosok Wiwi keluar dari Kantor Kejari Kota Tangsel langsung mewawancarainya. 

Bukan jawaban yang didapati para pewarta itu, justru Wiwi membalasnya dengan sikap arogansi dan berniat memukul Yudi yang mencoba meminta pernyataan dari saksi tersebut. 

Aksi intimidasi disertai percobaan pemukulan oleh Kadispora Kota Tangsel itu pun tersebar melalui video berdurasi 1.05 detik. 

Dalam video tersebut, Wiwi menunjuk setiap awak media yang hadir sambil menguapkan nama dari seorang yang dicarinya itu. 

"Yang mana namanya si Yudi, Yudi Babeh mana, gua sikat ini sekarang," katanya sembari mengepalkan tangan bersiap memukul sosok yang dicarinya itu di halaman Kejari Kota Tangsel, Serpong, Selasa (22/6/2021).

Yudi pun turut membenarkan peristiwa intimidasi mauapun percobaan yang dialaminya itu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Tangsel itu. 

Menurutnya, Wiwi kesal terhadapnya karena sejumlah pemberitaan yang disiarkan medianya terkait tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel. 

"Beliau terlihat tidak suka dengan pemberitaan kasus yang berkembang. Sikap beliau tidak mencerminkan sebagai aparatur daerah. Sikap arogansi yang bersangkutan jika dibiarkan dapat mengancam kebebasan pers dalam iklim demokrasi," kata Yudi kepada Wartakotalive.com, Serpong, Kota Tangsel, Selasa (22/6/2021).

"Seharusnya beliau menggunakan hak menyatakan sikap, bersedia diwawancarai oleh wartawan yang butuh cover both side dalam menjalankan tugas jurnalistiknya," sambungnya.

Adapun saat ini korban intimidasi dan percobaan pemukulan itu sedang melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kota Tangsel untuk penindakan lebih lanjut. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved