Berita Jakarta

Kapolres Jakpus Sebut Zona Merah di Kelurahan Rawasari Berasal dari Pendatang Tinggal di Apartemen

"Dua minggu lalu pernah diverifikasi bahwa Rawasari itu zona merah. Setelah kami cek, (yang terkonfirmasi positif Covid-19) bukan orang sini semua

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI --- Zona merah di DKI Jakarta terus bertambah, sebanyak 25 orang di tiga RT, yaitu RT 1, RT 2, dan RT 8 RW 3, Jalan Intan Baiduri Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat terpapar Covid-19. Sejak Selasa (8/6/2021) permukiman di tiga RT tersebut dilakukan mikro lockdown. 

WARTAKOTALIVE.COM,CEMPAKA PUTIH --- Status zona merah di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sebagian diantaranya berasal dari para pendatang yang tinggal di Apartemen Green Pramuka.

Hal itu dikatakan Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Kombes Pol Hengki Haryadi meluruskan informasi tersebut.

Sebab berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI, kelurahan itu masuk kategori zona merah Covid-19.

Berdasarkan pengecekan di lapangan yang dilakukan oleh jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa terbanyak berada di RT 14 dan RT 13.

"Setelah kami dalami, ternyata ini (penderita Covid-19) banyak (tinggal) di apartemen Green Pramuka. Yang notabene penghuninya adalah penghuni commuter, artinya tidak tinggal menetap disana," kata Hengki, Selasa (22/6/2021). 

Menurut Hengki, saat tenaga kesehatan (Nakes) melakukan pemeriksaan test Covid-19 di apartemen itu, para pendatang itu ikut di tes.

Akan tetapi, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan ke hunian mereka, para pendatang itu tidak lagi tinggal disana. 

Bahkan data yang diperoleh sebagian sudah diisolasi di RS Wisma Atlet, sebagian lagi pulang ke daerah masing-masing.

Sayangnya, data mereka sudah terekam oleh Dinkes DKI sebagai temuan kasus Covid-19 di Jakarta Pusat. 

"Dua minggu lalu pernah diverifikasi bahwa Rawasari itu zona merah. Setelah kami cek, orang (yang terkonfirmasi positif Covid-19) itu bukan orang sini semua. Ada (warga) Sulawesi. Dari 9 orang, kita cuma temukan dua. Itupun sudah di rujuk ke RS Omni, Pulomas dan di Wisma Atlet. Itupun (dua orang itu) bukan penduduk disitu," ujarnya. 

Hengki menegaskan, mereka yang dinyatakan positif Covid-19 itu merupakan penghuni sementara di apartemen itu dan hanya menumpang untuk ikut tes Covid-19.

Disisi lain, penetapan status zona merah di RT 13 dan 14 Kelurahan Rawasari mestinya tak bisa disamakan dengan RT lain diluar apartemen.

Karena menurut Hengki, satu tower di apartemen Green Pramuka dihuni oleh 7000 Kepala Keluarga (KK).

Sementara, ketentuan di DKI menetapkan bahwa satu RT maksimal dihuni 80 hingga 160 KK. 

Untuk itu status zona merah yang disematkan ke Kelurahan Rawasari harus juga mempertimbangkan perbedaan spesifik di lapangan.

Sebab, nyatanya jumlah penghuni satu tower berbeda jauh dengan jumlah populasi satu RT diluar area apartemen.

"Itu harus kami beri pencerahan kepada masyarakat. Tidak bisa apple to apple," ucapnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved