Breaking News:

PPKM Mikro

Hari Pertama Pembatasan Mobilitas di 10 Kawasan, Dirlantas Polda Metro: Tak Ada Keluhan Warga

Pembatasan mobilitas pengguna jalan pada masa PPKM di 10 titik jalan di Jakarta, mulai Senin malam sampai Selasa pukul 04.00, berjalan lancar.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo 

Sambodo menyatakan, ada pengecualian terhadap sejumlah kendaraan saat pembatasan dilakukan.

"Ada beberapa pengecualian atau yang boleh melintas. Pertama, penghuni yang ada di kawasan yang kami batasi. Mereka tetap boleh melintas keluar masuk," kata Sambodo.

Baca juga: GOR Soemantri Brodjonegoro Dibuka dengan Syarat Protokol Kesehatan yang Ketat

Kedua katanya adalah kendaraan yang berkaitan dengan kesehatan seperti ambulan, apotik, dan rumah sakit.

"Untuk tujuan itu masih boleh melintas," kata Sambodo.

Yang ketiga katanya adalah tamu hotel. "Kalau di ruas jakan ada hotel maka tamu hotel atau yang berkunjung ke hotel masih diperbolehkan," ujar Sambodo.

Dan yang keempat katanya adalah mobilitas dalam keadaan darurat.

"Misalnya mobil pemadam kebakaran, kepolisan, ambulance, dari tni, atau dari patroli penegak disiplin melintas maka diperbolehkan," katanya.

Baca juga: 9 Pegawai KPK Cabut Permohonan Uji Materi UU 19/2019 di MK, Ini Alasannya

Sambodo menjelaskan, saat pembatasan kawasan atau penutupan dimulai pukul 21.00, kendaraan pengunjung dari sejumlah tempat usaha yang keluar masih diperkenankan.

"Tapi yang masuk ke dalam sudah kami batasi," kata Sambodo.

Menurutnya penerapan pembatasan mobilitas pengguna jalan di 10 kawasan ini sifatnya situasional.

"Jadi sampai kapan diterapkan, karena sifatnya situasional, ya jika keadaan di kawasan itu sudah mulai membaik dan disiplin," katanya.

Selain itu kata dia tak menutup kemungkinan cara serupa diterapkan di kawasan lainnya.

Baca juga: Arumi Bachsin Akui Tidak Mudah Jadi Istri Wakil Gubernur, Ada Beban Berat Namun Begitu Menyenangkan

"Yakni kawasan yang dianggap masih sering terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran peraturan perundangan," kata Sambodo. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved