Breaking News:

Berita Bekasi

BPJS Kesehatan Nunggak Ditambah Anggaran Covid-19 Kian Menipis, Pemkot Bekasi Mulai Batuk-batuk

Utang BPJS Kesehatan Tak Kunjung Dibayar Ditambah dengan Anggaran Penanganan Covid-19 Semakin Menipis, Pepen Akui Pemkot Bekasi Mulai Batuk-batuk

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan. Lonjakan kasus menyebabkan beberapa ruang perawatan di sejumlah rumah sakit daerah maupun swasta penuh. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan anggaran penanganan pasien Covid-19 hingga Juni 2021 ini, semakin menipis.

Padahal, Pemkot Bekasi dan DPRD Kota Bekasi telah mengesahkan bahwa anggaran Covid-19 yang tertera pada APBD 2021 sebesar Rp 175 miliar. 

"Terakhir kan ada Rp 175 miliar kita persiapkan buat tahun ini, tapi kemarin saya mendapat laporan tinggal Rp 16 atau 20 miliar," ujar Rahmat saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa (22/6/2021).

Meski tak merinci, pria yang juga akrab dipanggil Pepen itu mengatakan anggaran paling banyak dipakai pada pemeriksaan PCR masyarakat.

Pelaksanaan vaksinasi massal juga memakan banyak biaya, seperti pengadaan tenda dan kebutuhan operasional lainnya.

Baca juga: Waduh, Gara-gara BPJS Kesehatan Nunggak Utang Rp 82 Miliar, RSUD Kota Bekasi Terancam Ditutup

Rahmat menyatakan bakal berdiskusi dengan Kemendagri dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tujuannya untuk mencari solusi agar baik pihaknya dan DPRD Kota Bekasi, bisa lebih leluasa dalam melakukan refocusing anggaran.

"Ke Kemendagri dan ke BPKP, apa yang harus kita lakukan, supaya langkah kita ini enggak salah," tuturnya.

Terlebih lagi, Kemenkes dan BPJS Kesehatan disebutkannya masih berutang kepada RSUD Kota Bekasi sebesar Rp 81 miliar sejak Desember 2020 hingga saat ini.

Baca juga: Anies Baswedan Minta Orangtua Waspada, Covid-19 Varian Baru Menyerang Anak-Anak

Hal itu berdampak bagi pelayanan dan operasional rumah sakit dan Pemkot Bekasi dalam menangani Covid-19

"Mulai tersendat, kalau bensin sekarang nih, tarolah tadinya full, terus sekarang ada piutang nih yah, setengah lebih lah, sampai Rp 80 miliar, nah itu mulai terganggu. Lama-lama kan kering, kalau kering kan batuk-batuk nanti," ujar Rahmat.

Apabila kondisi seperti saat ini masih berlangsung hingga sebulan kedepan, Rahmat menjelaskan RSUD Kota Bekasi terancam 'shut down' (tidak beroperasi).

"Kalau sebulan lagi terus begini ya engga ada duit lah, dari mana nanti, kan orang mesti di gaji. Apalagi kan RSUD kita tuh BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kan, jadi kan mesti antisipasi," tuturnya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved