Breaking News:

Sidang Kasus Dana Bansos, Hotma Sitompul Disebut Terima Fee Rp3 M dari Kemensos, Ini Pengakuannya

Hotma dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terdakwa mantan Mensos Juliari Batubara.

Editor: Mohamad Yusuf
Kompas.com
Tentang dugaan tersebut, Hotma Sitompul membantah pernah menerima fee sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu suatu perkara hukum. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - pengacara Hotma Sitompul hadir dalam persidangan kasus fee dana Bansos dengan terdakwa mantan Mensos Juliari P Batubara di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/6/2021).

Dalam persidangan itu diketahui, Hotma Sitompul hadir sebagai saksi.

Pasalnya, nama Hotma Sitompul pernah disebut oleh saksi lainnya menerima Rp3 miliar.

Uang tersebut yang diduga berasal dari dana fee proyek bansos.

Tentang dugaan tersebut, Hotma Sitompul membantah pernah menerima fee sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu suatu perkara hukum.

Baca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi Wiranto

Pernyataan itu diberikan Hotma saat memberi kesaksian melalui video conference.

"Tidak pernah terima Rp 3 miliar, saya hanya baca berita soal itu. Pertama kali saya mendengar saat diperiksa di KPK dan saya katakan tidak pernah menerima dan saya tidak tahu, tidak ada yang terima," tutur Hotma dikutip dari Antara.

Hotma dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Kesaksian yang menyebut Hotma menerima Rp 3 miliar dari Juliari pertama kali disebut oleh mantan Kabiro Umum Kemensos Adi Wahyono.

Kala itu, Adi mengatakan ia diminta Juliari membayar Hotma atas jasanya membantu penyelesaian kasus di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Kemensos.

Dalam persidangan, Hotma mengatakan bahwa ia dihubungi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat untuk menangani kasus kekerasan anak, yang sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Hotma mengaku menggunakan nama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Sharon saat menangani kasus tersebut. "Saya memakai nama LBH Mawar Sharon untuk pembelaan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved