Breaking News:

Pelanggaran Prokes

Warga Jakarta Timur Tak Patuh Terapkan Protokol Kesehatan Padahal Kasus Covid-19 di DKI Lagi Tinggi

"Tren pelanggaran minggu ini meningkat, jumlah persentase hampir 37,21% jika diambil data hari Kamis minggu lalu dengan Kamis minggu ini," kata Budhy

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Tribun Jakarta
Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian mengatakan pelanggaran protokol kesehatan dari hasil penindakan operasi yustisi jajarannya terjadi lonjakan dalam satu pekan terakhir, Minggu (20/6/2021).  

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA --- Tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan (prokes) mengalami penurunan meski belakangan ini jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat. 

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan pelanggaran protokol kesehatan dari hasil penindakan operasi yustisi jajarannya terjadi lonjakan dalam satu pekan terakhir. 

"Tren pelanggaran minggu ini meningkat, jumlah persentase hampir 37,21% jika diambil data hari Kamis minggu lalu dengan Kamis minggu ini," kata Budhy, Minggu (20/6/2021).

Budhy menuturkan setiap hari petugas gabungan Satpol PP, TNI-Polri mendapati pelanggaran saat melakukan operasi yustisi di permukiman warga, tempat keramaian, hingga jalan raya protokol. 

“Anggota Satpol PP yang paling aktif melakukan penindakan itu Kecamatan Pulogadung, Kramat Jati dan Makasar,” sambungnya. 

Catatan serupa juga berlaku untuk Jakarta Timur yakni kota dengan tingkat evakuasi pasien Covid-19 paling tinggi oleh Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 

"Jumlahnya paling tinggi dibanding wilayah lain di Jakarta. Ada 10.509 warga yang dievakuasi ke RS rujukan dan tempat isolasi," ujar Kepala UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthado. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak Lagi, Anies Minta Warganya Jangan Berpergian Dulu Saat Akhir Pekan

Jumlah 10.509 warga Jakarta Timur​ terkonfirmasi Covid-19 tersebut dievakuasi sejak 7 April hingga 15 Juni 2021. Sementara pada periode serupa di Jakarta Selatan ada 7.521 orang.

Disusul kemudian sebanyak 3.973 warga Jakarta Utara, lalu ada 3.065 warga Jakarta Pusat, serta 1.924 warga Jakarta Barat dan hanya 19 warga di Kepulauan Seribu. 

Baca juga: Seluruh Rumah Sakit Sudah Penuh Pasien, Wali Kota Bekasi: Hanya Satu Caranya, Terapkan Prokes

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang Kian Mengganas, 28 Tenaga Medis Terpapar 5 Puskesmas Ditutup

Baca juga: Kapok Terpapar Covid-19 Seusai Liburan, Pemuda Tangsel: Tetap Jaga Prokes, Filternya Kita Sendiri

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved