Pilpres 2024

Muncul Gerakan Dorong Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Begini Reaksi Relawan Arus Bawah Jokowi

Berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas, Minggu (20/6/2021), mengajak semua pihak agar tidak mendorong-dorong Joko Widodo untuk menjabat presiden tiga periode. Foto dok: Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, seusai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemilihan Presiden 2024 masih lama, tapi wacana Jokowi maju lagi untuk jabatan tiga periode terus menggelinding.

Secara konstitusi sudah jelas, masa jabatan Presiden dan Wakil paling banyak hanya dua periode, dan Undang-undangnya masih berlaku, belum diamandemen oleh MPR RI.

Jadi, siapa pun yang nekat mendorong Jokowi maju lagi untuk periode ketiga, jelas melanggar konstitusi, karenanya patut ditolak.

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengajak semua pihak agar tidak mendorong-dorong Joko Widodo untuk menjabat presiden tiga periode.

Michael Umbas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/6/2021) menyampaikan, ajakannya karena sejumlah kalangan mendorong Joko Widodo (Jokowi) kembali menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya.

Umbas menegaskan, berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Baca juga: Penolakan Megawati Dianggap Senjata Pamungkas Akhiri Polemik Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode

Baca juga: Kecam Isu Jabatan Presiden Tiga Periode, Ahmad Syaikhu: Bikin Mundur Demokrasi di Indonesia

Dengan demikian, kata dia presiden dan wapres dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode.

Umbas berharap para pihak yang mengusulkan Jokowi kembali menjabat presiden agar memahami konstitusi.

Menurut dia, Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan, sangat menghormati konstitusi.

“Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi. Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apalagi dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini. Jadi sudahlah, tidak usah buang energi untuk mendorong-dorong beliau tiga periode,” kata Umbas.

Baca juga: Soal Jabatan Presiden Tiga Periode, Presiden PKS: Bikin Mundur Demokrasi di Indonesia

Umbas menyebut wacana menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode sangat tidak relevan digaungkan di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Umbas, semestinya seluruh pihak bahu-membahu dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

Menurut Umbas, apabila Jokowi memang berniat maju Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024, maka MPR segera bersidang untuk mengamendemen UUD 1945.

Fakta di lapangan, kata Umbas, fraksi-fraksi di MPR telah menyampaikan tidak akan mengubah ketentuan Pasal 7 UUD 1945 terkait pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode.

Baca juga: Presiden Jokowi Tegaskan Bolak-Balik Saya Tidak Mau Jadi Presiden Tiga Periode

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved