Breaking News:

CPNS 2021

Lulusan SMA Siap-Siap! Ini Daftar Formasi Jabatan CPNS 2021 Untuk Lulusan SMA

Lulusan SMA Siap-Siap! Ini Daftar Formasi Jabatan CPNS 2021 Untuk Lulusan SMA. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

sscndaftar.bkn.go.id
Formasi Jabatan CPNS 2021 

7. BNN

BNN juga pernah membuka formasi untuk lulusan SMA pada CPNS 2018. 

Formasi itu adalah pawang anjing pelacak. 

Mudah-mudahan formasi pawang anjing pelacak kembali dibuka BNN pada CPNS 2021, sebab pada CPNS 2019, formasi ini tidak dibuka BNN. 

KUNCI LOLOS FORMASI LULUSAN SMA

Namun, untuk lolos formasi lulusan SMA, para pelamar CPNS 2021 harus benar-benar. 

Jangan hanya belajar untuk SKD, tetapi belajar pula untuk SKB kesamaptaan. 

Sebab rata-rata formasi lulusan SMA memiliki tes kesampataan. 

Sehingga para calon peserta harus mulai berlatih push up, pull up, sit up, lari angka delapan, lari 100 meter, dan lari 12 menit. 

Untuk lari 12 menit, usahakan anda bisa menempuh enam sampai tujuh keliling dalam 12 menit. 

Untuk push up usahakan bisa mencapai 40 angkatan dalam 1 menit. 

Pull up anda harus berlatih sampai bisa melakukan 18 angkatan. 

Oleh karena itu, pakailah waktu hari-hari anda untuk berlatih. 

Selain ini mereka yang berminat melamar formasi SMA ini sebaiknya benar-benar menjaga tubuhnya dalam kondisi ideal dan fit. 

Sebab ada beberapa formasi yang mensyaratkan berat badan ideal sesuai ukuran BMI atau IMT. Jangan sampai obesitas ya.

JADWAL CPNS 2021

Lalu Seperti apa jadwal CPNS 2021

Jadwal CPNS 2021 harus diketahui para calon peserta CPNS.

Hal itu agar para calon pelamar memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. 

Apalagi pelaksanaan CPNS 2021 ini semakin dekat. 

Kabarnya CPNS 2021 harus sudah mulai dilaksanakan pada Juni 2021. 

Saat ini pihak BKN sedang memasukan tahap persiapan pelaksanaan CPNS 2021. 

Baca juga: CPNS 2021 Sebentar Lagi, Ayo Tes Kesehatan dan Latihan Fisik Dari Sekarang, Ini Alasannya

Tahap persiapan itu tampaknya memakan waktu beberapa bulan. 

Salah satu bagian dari tahapan persiapan ini berkaitan dengan penentuan jumlah formasi CPNS 2021 di masing-masing instansi. 

Kepala BKN Bima Haria Wibisana yang mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah jumpa pers virtual, beberapa waktu lalu. 

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, mengatakan, ada beberapa tahapan yang harus diberlakukan terlebih dahulu sebelum tes CPNS 2021 dilaksanakan. 

"Pertama, daerah atau instansi perlu menghitung ulang kebutuhan cpns nya untuk 5 tahun," kata Bima dalam sebuah jumpa pers secara virtual, beberapa hari lalu. 

Baca juga: CPNS 2021 Sebentar Lagi, Ayo Tes Kesehatan dan Latihan Fisik Dari Sekarang, Ini Alasannya

"Setelah mereka mengetahui kebutuhan untuk 5 tahun itu, mereka membaginya  dalam periode tahunan," lanjut Bima. 

"Jadi tidak hanya sekedar membagi 5, tapi tahu berapa tahun pertama, kedua, dan tahun kelima," jelas Bima

Hal itu diperlukan karena saat ini banyak sekali CPNS atau PNS yang meminta pindah lokasi sehingga kebutuhan di masing-masing instansi jadi berubah

Setelah setiap instansi melaporkan kebutuhan formasi itu kepada Kemenpan RB, maka baru bisa ditetapkan formasinya. 

Bima memperkirakan  formasi sudah bisa ditetapkan pada Mei 2021. 

oleh karena itu, ujar Bima, untuk pelaksanaan tesnya diperlukan waktu paling lambat juni sudah harus dimulai.

Baca juga: Ini Keunggulan Ikut PPPK DIbanding CPNS 2021, Yuk Simak!

"Hal itu agar bulan Desember 2021 sudah bisa diselesaikan seluruh prosesi CPNSnya," kata Bima

Bima mengaku cukup percaya diri untuk menyelenggarakan CPNS 2021 di tengah pandemi covid-19. 

Hal itu lantaran saat CPNS 2019, tidak ada satupun lokasi penerimaan CPNS 2019 di Indonesia yang menjadi klaster covid-19. 

Hal itu pertanda penerapan protokol kesehatan berjalan baik, sebab pada SKB CPNS 2019, pihaknya tetap memperbolehkan peserta yang suhu badannya tinggi, reaktif, bahkan positif untuk tetap mengikuti SKB CPNS 2019. 

GURU TAK PERLU KHAWATIR IKUT PPPK 2021

Sementara itu, tahun ini sebanyak 1 juta guru akan direkrut lewat skema PPPK 2021. 

Ya, tidak ada formasi guru dalam formasi CPNS 2021

Hal ini membawa kekhawatiran lantaran ada anggapan bahwa PPPK tidak akan memperoleh pensiun seperti PNS. 

Apakah itu benar? 

Baca juga: Ini 2 Keunggulan Lolos Jadi PPPK Dibanding CPNS 2021

Tampaknya kini anggapan itu tidak 100 persen benar. 

Begitu juga dengan anggapan bahwa PPPK adalah ASN kelas dua di birokrasi pemerintahan. 

Hal ini jugab dibantan BKN dalam konferensi pers terbarunya, Selasa (5/1/2021). 

Konferensi pers itu ditayangkan di akun youtube #ASNKiniBeda, Selasa (5/1/2021). 

Terkait pensiun PPPK, ternyata kini sedang dalam tahap pembicaraan dan pembahasan oleh BKN. 

Bima menerangkan bahwa sistem pembayaran pensiun PNS yang diterapkan saat ini adalah pay as you go yang dinilai sangat memberatkan APBN. 

Pay as you go adalah sistem pensiun di mana PNS membayar iuran sangat kecil, kemudian mendapat tunjangan hari tua yang dibayar sekaligus dan pensiun bulanan yang jumlahnya tidak memadai. 

"Sistem ini dibebankan ke APBN sehingga beban APBN untuk membayar pensiun ini jadi sangat besar," kata Bima

Ke depan, ujar Bima, sistem ini akan diubah menjadi fully funded. 

Baca juga: Bupati Bekasi Minta Dapat Kompetitif, 462 CPNS Terima SK Pengangkatan

"Jadi PNS akan bayar iuran sebesar presentase dari pendapatannya atau take home paynya bukan dari gajinya. sehingga uang pensiunnya akan dapat besaran lebih baik dari pay as you go," kata Bima. 

Menurut Bima, PP tentang pensiun dengan sistem fully funded ini sedang disusun dan dalam waktu dekat akan selesai. 

Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa pikahnya tengah mendiskusikan untuk memberikan kesejahteraan pensiun bagi PPPK

"Jadi ini bisa diberlakukan asuransi pensiun bagi PPPK.  Teman-teman taspen sudah menyiapkan skema untuk itu.Ini upaya-upaua yang sedang kami lakukan agar PPPK mendapat jaminan paska kerja," kata Bima

Sementara itu, terkait kontrak PPPK, Bima menerangkan bahwa PPPK tidak akan diputus kontraknya secara semena-mena. 

Baca juga: Berikan SK kepada 356 CPNS, Wali Kota Depok : Wajah Pemerintahan Melekat Pada Diri Tiap CPNS

"Saya kira tidak perlu ada kekuatiran bagi PPPK untuk diberhentikan dengan semena-mena. Akan ada autran yang ketat dalam penilaian kinerja PPPK," ujar Bima.

Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa ketakutan PPPK sama dengan tenaga honorer adalah tidak benar.

"PPPK adalan ASN yang sah yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan publik," ujar BIma.

Perjanjian kerja yang ditandatangani PPPK  adalah perjanjian target kinerjanya. 

"Bahwa di dalamnya ada kontrak mengenai jangka waktu kontraknya, itu memang lazim. Bahkan PNS pun menandatangani perjanjian kinerja, dan seorang PNS dapat diberikan sanksi disiplin," kata Bima.

Baca juga: Sudah Januari 2021, Ayo Hilangkan 3 Pikiran Ini Jika Mau Ikut CPNS 2021

 

DAFTAR JABATAN YANG BISA DILAMAR LEWAT PPPK

Setidaknya terdapat 147 jabatan yang bisa didaftar lewat PPPK berdasarkan LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2O2O TENTANG JENIS JABATAN YANG DAPAT DIISI OLEH PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PER-IANJIAN KERJA.

inilah jabatan yang bisa dilamar lewat PPPK : 

1. Administrator Database Kependudukan
2 Administrator Kesehatan
3 Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
4 Analis Investigasi dan Pengamanan Perdagangan
5 Analis Kebijakan
6 Analis Kepegawaian
7 Analis Ketahanan Pangan
8 Analis Pasar Hasil Perikanan
9 Analis Pasar Hasil Pertanian
10 Analis Perkarantinaan Tumbuhan
11 Analis Perkebunrayaan
12 Apoteker
13. Arsiparis
14 Dokter
15 Dokter Gigi
16. Asesor Manajemen Mutu Industri
17 Asisten Apoteker
18. Asisten Inspektur Angkutan Udara
19 Asisten Inspektur Bandar Udara
20 Asisten Inspektur Keamanan Penerbangan
21 Asisten Inspektur Mutu Hasil Perikanan
22 Asisten Konselor Adiksi
23 Asisten Pelatih Olahraga
24. Asisten Pembimbing Kemasyarakatan
25 Asisten Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan
26. Asisten Penata Anestesi
27 Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap
28 Asisten Penguji Perangkat Telekomunikasi
29. Asisten Perisalah Legislatif
30 Asisten Pranata Siaran
31 Asisten Teknisi Siaran
32 Assessor Sumber Daya Manusia Aparatur
33 Auditor Kepegawaian
34 Bidan
35 Dokter Hewan Karantina
36 Dokter Pendidik K1inis
37 Dosen
38 Entomolog Kesehatan
39 Epidemiolog Kesehatan
40 Fisikawan Medis
41. Fisioterapis
42 Guru
43 Inspektur Angkutan Udara
44. Inspektur Bandar Udara
45. Inspektur Keamanan Penerbangan
46 I n spektur Ketenagalistrikan
47. Inspektur Minyak dan Gas Bumi
48 Inspektur Mutu Hasil Perikanan
49 Inspektur Tambang
50. Instruktur
51. Konselor Adiksi
52 Medik Veteriner
53 Nutrisionis
54 Okupasi Terapis
55 Operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan
56 Ortotis Prostetis
57 Pamong Belajar
58. Pamong Budaya
59 Paramedik Karantina Hewan
60 Paramedik Veteriner
6t Pengawas Mutu Hasil Pertanian
62 Pekerja Sosial
63 Pelatih Olahraga
64 Pembimbing Kemasyarakatan
65. Pembimbing Kesehatan Kerja
66 Pembina Jasa Konstruksi
67 Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan
68. Pemeriksa Desain Industri
69 Pemeriksa Karantina Tumbuhan
70. Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman
7r. Penata Anestesi
72 Penata Kelola Pemilihan Umum
73. Penata Ruang
74 Peneliti
75 Penera
76. Penerjemah
77 Pengamat Gunung Api
78 Pengamat Meteorologi dan Geofisika
79 Pengamat Tera
80 Pengantar Kerja
81 Pengawas Alat dan Mesin Pertanian
82 Pengawas Benih Tanaman
83 Pengawas Bibit Ternak
84 Pengawas Farmasi dan Makanan
85 Pengawas Kemetrologian
86. Pengawas I(eselamatan Pelayaran
87 Pengawas Koperasi
88 Pengawas Mutu Pakan
89 Pengawas Perikanan
90 Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir
91 Pengelola Kesehatan Ikan
92 Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
93 Pengelola Produksi Perikanan Tangkap
94. Pengembang Teknologi Pembelaj aran
95 Pengendali Frekuensi Radio
96. Pengendali Hama dan Penyakit Ikan
97 Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
98 Penggerak Swadaya Masyarakat
99. Penghulu
100 Penguji Kendaraan Bermotor
101. Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1o2 Penguji Mutu Barang
103. Penguj i Perangkat Telekomunikasi
to4. Penyelidik Bumi
105 Penyuluh Agama
106 Penyuluh Hukum
107. Penyuluh Kehutanan
108 Penyuluh Keluarga Berencana
109 Penyuluh Kesehatan Masyarakat
110. Penyuluh Narkoba
111 Penyuluh Perikanan
112. Penyuluh Pertanian
113. Penyuluh Sosial
114 Perawat
115 Perawat Gigi
116. Perekam Medis
117 Perekayasa
118 Perencana
119 Perisalah Legislatif
120. Pranata Hubungan Masyarakat
121 Pranata Komputer
122 Pranata Laboratorium Kemetrologian
123 Pranata Laboratorium Kesehatan
124. Pranata Laboratorium Pendidikan
125 Pranata Nuklir
126 Pranata Siaran
127 Psikolog Klinis
128 Pustakawan
129. Radiografer
130. Refraksionis Optisien
131 Resaner
132 Sanitarian
133 Statistisi
134 Surveyor Pemetaan
135 Teknik Jalan dan Jembatan
136. Teknik Pengairan
137. Teknik Penyehatan Lingkungan
138 Teknik Tata Bangunan dan Perumahan
139 Teknisi Elektromedis
140 Teknisi Gigi
141. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan
142. Teknisi Penerbangan
143 Teknisi Perkebunrayaan
144 Teknisi Siaran
145 Teknisi Transfusi Darah
146 Terapis Wicara
147. Widyaiswara

HILANGKAN 3 PIKIRAN INI JIKA INGIN IKUT CPNS 2021

Kini, Kita sudah berada di bulan Januari 2021.

Artinya pendaftaran CPNS 2021 tinggal tiga sampai empat bulan lagi.

Sebab BKN menyebut bahwa pembukaan pendaftaran CPNS 2021 akan dilakukan pada April atau Mei 2021.

Pendaftarnya sudah pasti membeludak. Tahun 2019 tercatat pelamar CPNS adalah 5.056.585 orang. 

Oleh karena itu, mungkin saja CPNS 2021 akan lebih banyak pelamarnya. 

Baca juga: Bagaimana Cara Lulus CPNS 2021? Ternyata Ini Kunci Utamanya, Tahu Diri Dan Ukur Diri

Nah, ternyata ada beberapa orang yang sebaiknya tidak mendaftar CPNS 2021

Dan apabila ingin mendaftar, sebaiknya hilangkan pikiran-pikiran ini.

1. Berpikir Korupsi

Kalau punya pikiran untuk korupsi, sebaiknya tidak perlu daftar CPNS 2021

Apalagi seleksi CPNS memiliki sistem untuk menangkal orang-orang tak berintegritas. 

Sistem itu ada di seleksi psikotes yang diterapkan beberapa kementerian.

Dalam psikotes itu ada materi menyangkut integritas yang harus dikerjakan dengan cepat. 

Baca juga: Lesti Kejora Masuk Lima Besar Wanita Tercantik di Dunia, Menyaingi Lisa BLACKPINK dan Angelina Jolie

Para peserta kadang tidak sadar bahwa mereka sedang diuji kadar integritasnya. '

Mereka yang tidak berintegritas kemungkinan besar akan jatuh pada tes ini. 

2. Ingin kaya raya

Jika punya impian jadi kaya raya, sebaiknya jangan jadi PNS dan ikut CPNS 2021

Jika ingin kaya, jadilah pengusaha, rintis usaha yang baik. 

Diketahui, gaji PNS golongan IIIA dengan masa kerja 0 - 1 tahun paling besar memiliki gaji antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. 

Baca juga: Muhammad Yusuf Kiat Tegaskan Kabomania Tak Berkerumun di Perayaan Ultah Tira Persikabo

Itu pun hanya PNS tertentu, seperti CPNS Calon Hakim, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Kaltim, dan Pemprov Jawa Timur, serta Riau. 

Di wilayah lainnya, CPNS maupun PNS cenderung mendapat gaji di bawah Rp 10 juta. 

Tentu saja angka gaji sebesar itu hanya akan membawa seseorang hidup berkecukupan, bukan kaya raya. 

Sehingga kalau impiannya ingin kaya raya, jadilah pengusaha atau cari profesi lain yang penghasilannya jauh di atas itu. 

3. Ingin kerja santai

Jika kalian masih berpikiran bahwa jadi PNS bisa kerja santai, sebaiknya jangan daftar CPNS 2021

Saat ini kerja PNS sudah terawasi dengan baik. 

Ada sistem kinerja yang sangat terkontrol dan tercatat rapi. 

Jadi jangan berpikir kalian akan bisa malas-malasan setelah jadi PNS. 

CARA PNS JADI KAYA

Namun, PNS juga berhak kaya. 

Tapi ada cara yang tepat agar PNS bisa kaya. 

Inilah caranya : 

1. Sisihkan 10 persen dari gaji untuk investasi

PNS yang ingin berinvestasi, perlu menyisihkan sekitar 10 persen dari gaji setiap bulan. Alokasikan untuk anggaran investasi.

Contoh kamu PNS bergaji Rp 7 juta. Berarti kalau 10 persennya sebesar Rp 700.000. Itu anggaran wajib untuk investasi.

Tetapi ingat, alokasikan juga gaji untuk keperluan dana darurat, membayar utang (jika ada), dan memenuhi kebutuhan pokok, seperti pangan, sewa rumah, tagihan listrik dan air, pulsa internet, serta lainnya.

Baca juga: Abadikan Momen Liburan Akhir Tahun Meski di Rumah Aja, Ini Tips Memotret dengan Smartphone

2. Berhemat agar dana investasi lebih besar

Apabila ingin memperbesar anggaran investasi, kamu dapat berhemat.

Misalnya saja membawa bekal makan siang dari rumah ke kantor, memprioritaskan belanja kebutuhan yang mendesak, menunda keinginan, sampai mengurangi jajan di luar.

Kalau bisa memangkas pengeluaran dengan tepat, kamu akan menghemat uang lebih banyak.

Sangat lumayan untuk menambah modal investasi, sehingga potensi imbal hasil atau keuntungan juga besar.

3. Gunakan THR atau gaji ke-13

Solusi lain menambah modal investasi adalah menggunakan THR atau gaji ke-13.

THR PNS atau disebut gaji-14 biasanya cair seminggu jelang Lebaran.

Sementara gaji ke-13 diberikan ketika menjelang tahun ajaran baru.

Lebih digunakan untuk biaya pendidikan anak para PNS.

Baca juga: Akhirnya Asrama Polisi di Menteng Dibongkar untuk Direnovasi, Sempat Ada Penolakan

Buat kamu yang masih lajang, perolehan gaji ke-13 dapat dimanfaatkan untuk memperbesar anggaran investasi.

Tidak perlu seluruhnya dipakai. Menambah 10-20 persen dari THR atau gaji ke-13 saja sudah cukup.

Tetapi kalau ingin semuanya dikembangkan di instrumen investasi pun tak apa, daripada habis begitu saja tanpa jejak.

4. Hindari investasi saham

PNS layaknya karyawan swasta. Punya jam kerja dan tuntutan dari atasan.

Jam kerja harus sesuai dengan aturan. Umumnya, absen jam 7 atau 8 pagi, pulang jam 3 atau 4 sore.

Oleh karena itu, hindari investasi saham. Sebab berinvestasi pada instrumen tersebut, perlu dipantau setiap saat.

Baca juga: Bagaimana Cara Lulus CPNS 2021? Ternyata Ini Kunci Utamanya, Tahu Diri Dan Ukur Diri

Memantau dan menganalisi kondisi pasar, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga membaca laporan keuangan perusahaan. D

engan jam kerja kamu sebagai PNS, sulit untuk investasi saham walaupun keuntungannya besar.

Alih-alih mau untung gede, malah rugi karena pengelolaannya kurang maksimal.

Bayangkan harga saham sangat fluktuatif. Pukul 09.00 saat pembukaan IHSG, harga saham perusahaan A misalnya Rp 2.000 per lembar. Selang 30 menit, sudah bergerak menjadi Rp 1.980 per lembar.

Lebih baik pilih instrumen investasi yang aman dan tak menyita banyak waktu, seperti ORI, Sukri, sukuk tabungan, deposito.

Bisa juga melibatkan pihak ketiga, seperti reksadana.

Kamu dapat mempercayakan uangmu pada produk reksadana yang dikelola manajer investasi di perusahaan sekuritas.

Tentunya tetap memberikan imbal hasil maksimal. Lebih aman dan praktis.

Baca juga: Lesti Kejora Masuk Lima Besar Wanita Tercantik di Dunia, Menyaingi Lisa BLACKPINK dan Angelina Jolie

5. Lakukan diversifikasi investasi

Diversifikasi investasi sangat penting guna meminimalisir kerugian dari suatu instrumen investasi.

Contohnya, berinvestasi di reksadana, lalu tanam modal juga dengan membeli ORI.

Kalau reksadana rugi atau kinerjanya turun, ORI menguntungkan karena besaran imbal hasil tetap sampai jatuh tempo.

Selain itu, dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga berpotensi mendapat capital gain.

Jika bujet pas-pasan, tidak perlu pakai gajimu untuk investasi di instrumen lain.

Kamu bisa menggunakan keuntungan dari satu instrumen untuk modal diversifikasi investasi.

Baca juga: Akhirnya Asrama Polisi di Menteng Dibongkar untuk Direnovasi, Sempat Ada Penolakan

Dengan demikian, hasil keuntungan tetap diputar investasi, sehingga uang semakin ‘berkembang biak.’

Mulai Investasi dengan Modal Kecil Dulu Saat ini, investasi sudah bisa dimulai dengan modal receh.

Mulai dari Rp 10 ribu dan Rp 100 ribu. Jadi kalau kamu masih takut rugi, awali investasi dengan modal kecil dulu.

Jika dirasa hasilnya menguntungkan, tambah modal lagi agar imbal hasil meningkat. Tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi.

CARA LULUS CPNS 2021

Sementara itu, bagaimana cara lulus CPNS 2021

Ya, setelah CPNS 2019 berakhir, Kemenpan RB telah mengumumkan bahwa CPNS 2021 akan dibuka antara bulan April - Mei 2021.

Terkait cara lulus CPNS 2021, ternyata ada beberapa kunci untuk lolos. 

Paling utama adalah tahu diri dan ukur diri dari sekarang.  

Inilah cara tahu diri dan ukur diri yang dirangkum Warta Kota dari berbagai sumber tentang cara mengukur kemampuan sebagai kunci lolos CPNS 2021:

1. Mengukur Kemampuan SKD

Paling pertama adalah mengukur kemampuan dalam mengerjakan soal-soal seleksi kompetensi dasar (SKD).

Hal ini amat penting sebab akan berkaitan dengan pilihan instansi. 

Cara mengetesnya mudah. Anda bisa membeli buku-buku tes SKD CPNS, dan menghitung sendiri hasil SKD anda.

Biasanya buku-buku panduan CPNS akan menyertakan cara penghitungan nilai SKD.

Baca juga: Ini Syarat Usia Peserta CPNS 2021, Beberapa Instansi Tak Terima yang Sudah Berusia Di Atas 30 Tahun

Tes SKD merupakan tes awal CPNS dimana banyak peserta akan gugur di tes ini.

Setelah itu simpan hasil tes SKD anda. Tapi tentunya jangan hanya mengambil satu kali hasil ujicoba. 

Cobalah beberapa kali dan bahkan disarankan sangat banyak. 

2. Petakan hasil SKD CPNS tahun lalu (CPNS 2018 dan CPNS 2019) di instansi yang anda incar

Bagian ini sebenarnya mengawinkan antara hasil tes SKD anda berdasarkan soal-soal dari buku tes CPNS dengan hasil real nilai para peserta yang lolos di SKD CPNS 2018 atau CPNS 2019. 

Mengapa harus begitu? Sebab sebenarnya nilai para pendaftar CPNS di tiap instansi dari tahun ke tahunnya cenderung berada di level yang sama. 

Beberapa instansi dengan nilai SKD yang tinggi ada di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pemprov DKI, Pemkot Bandung, dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Nah, tugas anda adalah mencari ada di level mana nilai SKD anda.

Apabila nilai SKD anda jauh dari level nilai peserta CPNS 2018 atau CPNS 2019 di instansi yang anda incar, sebaiknya pikir dua kali untuk melamar disana.

Baca juga: Chris Smalling Ingin AS Roma Bisa Lebih dari Finish di 4 Besar Serie A 2020-2021

Sebab artinya kemungkinan anda gugur di tes SKD akan amat besar. 

Ingat tahun 2018 dan 2019 diberlakukan syarat bahwa mereka yang lolos dari tes SKD jumlahnya hanya 3 kali dari jumlah formasi yang akan diterima menjadi CPNS di tiap jabatan.

Jadi jika hanya ada 3 kursi yang akan diterima, maka yang lolos tes SKD untuk ikut tes berikutnya hanya ada 6 orang. 

Saran Warta Kota, anda jangan jadi orang ke-6. Hal itu akan menyulitkan anda ketika seluruh nilainya nanti diakumulasikan. 

Anda punya kemungkinan gugur lebih besar apabila jadi orang ke-6 yang lolos tes SKD atau orang terakhir.

Maka jadilah orang ketiga apabila jumlah yang akan diterima 3 orang. 

Apabila jumlah yang diterima 1, maka jadilah yang pertama di SKD. Jangan jadi orang ketiga yang lolos tes SKD.  

3. Pelajari Materi SKB Dari Sekarang

Apa pentingnya memantapkan pilihan formasi dari sekarang? 

Jawabannya adalah agar bisa menyiapkan belajar materi SKB dari sekarang. 

Banyak orang menyebut bahwa yang penting lolos SKD dulu. 

Namun, jangan salah, setelah kalian lolos SKD, maka SKB jadi masalah selanjutnya. 

Dan banyak peserta CPNS tidak siap ketika dihadapkan dengan materi SKB. 

Itulah mengapa kalian harus memantapkan formasi apa yang akan dipilih pada CPNS 2021 dari sekarang. 

Dengan begitu kalian dapat mencari kisi-kisi materi SKB dari sekarang. 

Ingatlah bahwa nilai SKB memiliki bobot 60 persen saat akumulasi nilai SKD dan SKB. 

Sehingga memenangkan SKB mutlak harus dilakukan apabila ingin lolos CPNS 2021.

Pada akhirnya dengan mengetahui formasi jabatan sejak dini, calon peserta juga dapat menilai dirinya bisa lolos atau tidak. 

Sebab dia bisa melakukan latihan soal, dan mencocokannya dengan hasil SKB di instansi dan formasi jabatan yang ingin ia pilih. 

Sebenarnya ada beberapa keuntungan apabila kita memilih formasi yang masih cukup jarang materinya di internet. 

Hal itu membuat formasi tersebut jadi gelap dari informasi materi SKB, sehingga pada akhirnya nilai para peserta tidak terlalu tinggi. 

Sementara itu, Jika memilih formasi yang materinya sudah banyak di internet, maka para pesertanya dari tahun ke tahun akan cenderung memiliki nilai SKB yang tinggi. 

Jadi, pilihkan formasi dari sekarang.  

4. Memilih Formasi Jabatan

Lalu bagaimana memilih formasi jabatan

Beruntung sscn.cpns.go.id membuat fitur yang baik untuk membantu para pelamar. 

Kita bisa memantau jumlah pelamar di setiap formasi jabatan

Artinya anda bisa berselancar melihat-lihat di setiap formasi jabatan untuk menentukan pilihan sambil melihat calon rival saat tes SKD.

Sebaiknya manfaatkan sampai hari terakhir, teruslah memantau formasi jabatan yang anda incar. 

Lihat jumlah pelamarnya dari hari ke hari. 

Apabila formasinya yang akan diterima ada 3, dan pendaftarnya hanya 20, segeralah ambil formasi jabatan itu. 

Tapi apabila formasi jabatannya 1 dan pelamarnya sudah 40 atau 50 orang, maka pertimbangkan ulang. 

Car pertimbannya adalah dengan melihat nilai simulasi SKD anda, dan bandingkan dengan nilai tertinggi di tes SKD CPNS 2018 di formasi tersebut.

Cara mencarinya mudah, bukan website instansi tersebut, carilah disana berkasnya. Pasti ada. 

Daftar Aplikasi Latihan Soal CPNS 2019 Terbaik

Nah berikutnya para peminat CPNS 2019 juga harus berlatih dengan aplikasi latihan soal CPNS terbaik. 

Saat ini amat mudah sebab aplikasi latihan soal itu tersebar di Playstore. 

Ini beberapa aplikasi yang dianggap baik berdasarkan review dan rating di Playstore, ditulis berdasarkan Keyword di Playstore : 

1. SOAL CPNS CAT 2019

2. BANK SOAL 2019 TES CPNS

3. CPNS (SSCN CPNS BKN)

4. Lulus Tes CPNS 2019

5. Soal CPNS 2019 Offline (CAT CPNS)

6. CAT TKD CPNS Simulation 2019

7.Simulasi CAT CPNS 2019

8. Lulus CPNS 2019

9. Modul Materi  CPNS 2019 (Offline)

10. Kunci soal jawaba CPNS 2019

11. CAT CPNS 2019 Semua Kementerian - Kunci Jawaban

12. Soal CPNS 2019 (Kemenkumham)

13. Soal CPNS Kementrian BUMN 2019

14. CPNS PPPK 2019 SIMULASI SOAL CAT BKN SSCN SKD TPA

15. Simulasi TKD CAT CPNS 2019/2020

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Korupsi, PNS Bisa Kaya Raya dengan Cara Ini".

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved