Breaking News:

Lifestyle

Pesta Pernikahan Privat pada Masa Pandemi Biaya Berkurang Sedikit, Ini Alasannya

Pandemi Covid-19 mengubah banyak gaya hidup. Salah satunya perhelatan pernikahan. Tidak lagi mengundang banyak orang, tapi keluarga dekat.

Penulis: Lilis Setyaningsih | Editor: Intan Ungaling Dian
Istimewa
Ilustrasi pengantin perempuan. Menggelar acara pernikahan saat masa pandemi Covid-19 lebih privat, mengundang lebih sedikit orang agar tidak terjadi kerumunan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia, acara pernikahan bukan saja menyatukan dua orang tapi keluarganya.

Bahkan tidak hanya keluarga inti. Acara pernikahan biasanya berlangsung 'heboh' mengundang banyak orang.

Pandemi Covid-19 mengubah banyak gaya hidup. Salah satunya perhelatan pernikahan.

Larangan Pemerintah tidak membuat kerumunan sehingga masyarakat menggelar pesta pernikahan hanya dihadiri sedikit orang.

Sedikit orang yang diundang juga berdampak persiapan acara pernikahan menjadi tidak seribet sebelumnya.

Perencanaan pernikahan melalui pemanfaatan teknologi kian digemari, terutama di tengah pandemi, karena dinilai lebih praktis dan efisien. 

Senior Head of Wedding Business Bridestory, Gisela Setyawan mengatakan, tren pernikahan saat era new normal, membuat jangka waktu perencanaan pernikahan menjadi lebih singkat. 

Menurut data internal Bridestory terkait industri pernikahan pada 2020 lalu, sekitar 31,51 persen calon pengantin membutuhkan waktu kurang dari 3 bulan untuk mempersiapkan pernikahan.

"Konsep intimate wedding juga semakin menjadi tren," kata Gisela Setyawan belum lama ini.

"Kebanyakan pasangan hanya mengundang 30 orang untuk prosesi pemberkatan maupun akad nikah, sedangkan 60 tamu untuk sesi resepsi,” tuturnya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved