Pojok Legislator

Kisah Fikri Hudi Oktiarwan Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ikut Lengserkan Soeharto dan Masuk PKS

Fikri Hudi Oktiarwan ikut lengserkan Soeharto. Diajak Yusuf Dadiri dan Eka Hardiana masuk PKS. Kini jadi Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Kisah Fikri Hudi Oktiarwan Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ikut Lengserkan Soeharto dan Masuk PKS. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kisah Fikri Hudi Oktiarwan jadi anggota DPRD Kabupaten Bogor. Ikut lengserkan Soeharto dan masuk PKS.

Fikri Hudi merupakan aktivis. Meski demikian tokoh masyarakat Ciomas, Kabupaten Bogor itu selalu menghormati dan sayang kepada orantunya.

Sebab itu, Fikri mengikuti keinginan orangtuanya dalam menempuh pendidikan tinggi.

Padahal minat seni membuat dia ingin kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan mau menjadi seniman.

"Kata mereka, kamu ngapain di sana harusnya kamu jadi insinyur saja," ujarnya.

Lalu Fikri masuk Teknik Mesin di Universitas Trisakti tahun 1989 sesuai keinginan orangtuanya.

"Saya mengikuti kata orangtua apalagi ada pepatah, surga itu ada di telapak kaki ibu," imbuhnya.

Baca juga: Kisah Fikri Hudi Oktiarwan Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dirikan Teater SMAN 1 Bogor

Namun dia tak lama di Universitas Trisakti. Setelah dua tahun, Fikri pindah ke Universitas Indonesia.

Selama kuliah, dia terlibatan aktif  di organisasi Rohis (Rohani Islam), khususnya Rohis IPB.

"Kami bikin bermacam kegiatan sampai masuk tahun 1997-1998 terjadi krisis ekonomi. Waktu itu semua mahasiswa turun ke jalan, termasuk aktivis mahasiswa Islam," papar Fikri.

Ketika Soeharto lengser pada 1998,  kesempatan untuk partai politik terbuka. Lalu para aktivis Islam juga berdiskusi mengenai langkah ke depan untuk mengawal agenda reformasi.

Baca juga: DPRD Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan: Masih Ada Cara untuk Keluar dari Kesulitan Ekonomi

Para aktivis Islam pun kemudian memutuskan membentuk partai politik yaitu Partai Keadilan yang kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Saya diajak oleh senior saya digerakan mahasiswa Yusuf Dadiri dan Eka Hardiana sebagai Ketua PK Bogor pertama," ungkapnya

Fikri memulai karir politik dengan menjadi Ketua Cabang PK Kecamatan Ciomas. Enam bulan kemudian dia ditarik ke pengurus Kabupaten sebagai bendahara DPD Kabupaten Bogor.

Tahun 1999, dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tetapi tidak lolos. Waktu itu PKS hanya dapat 2 kursi.

Tahun 2004 dia jadi caleg lagi dan lolos. Kemudian tahun 2009, dia mencalonkan diri lagi dan ternyata tidak lolos. Tahun 2014 FikrI terpilih lagi masuk DPRD.

Ketika tidak lolos sebagai wakil rakyat pada 2009, dia ditarik ke DPP PKS sampai sekarang.

"Saat ini saya menangani bagian pembinaan wilayah DPP PKS untuk Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved