Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Kasatgas IDI: Lockdown Sebelum Telat, Situasi Bisa Berubah Mengerikan

Menurutnya, semua kegiatan, liburan, maupun perjalanan tidak penting harus dihentikan sejenak.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPASTV/DANY SAPUTRA
Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, lockdown mutlak dilakukan, dalam situasi lonjakan kasus Covid-19. 

"Itu cukup. Setelah itu baru kembali lagi ke PPKM Mikro," kata Zubairi.

Ia menilai, lockdown menjadi cara membatasi pergerakan masyarakat saat situasi pandemi Covid-19 darurat.

Baca juga: Sempat 70 Persen, Kepatuhan Warga Jakarta Pakai Masker Kini Merosot Hingga 20 Persen

"Saat ini rumah sakit penuh, kasus melonjak, beberapa tenaga kesehatan dan medis telah terinfeksi, yang bisa menyebabkan kualitas layanan menurun," tuturnya.

Zubairi menilai kebijaka PPKM Mikro belum memberikan hasil maksimal.

Kebijakan lockdown akan mengesankan situasi saat ini benar-benar darurat sehingga masyarakat juga sadar akan hal itu.

Baca juga: Ini Tiga Skenario Kejaksaan Agung Pulangkan Buronan Kakap Adelin Lis dari Singapura

"Tidak usah lama-lama dan memang butuh kesabaran serta kesadaran dari semua pihak."

"Apakah lockdown sebuah jaminan?"

"Asal dilakukan dengan benar ya akan efektif. Namun saya juga tidak bisa memaksakan. Itu terserah yang punya kewenangan."

Baca juga: 10 Daerah Ini Berpotensi Masuk Zona Merah Covid-19 pada Pekan Depan, Termasuk Bandung dan Medan

"Sebagai dokter, tentu saja saya ingin memprioritaskan keselamatan dan kesehatan," papar Prof Zubairi.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 18 Juni 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved