Breaking News:

Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra Pasrah saat Mendengar BEI Hentikan Sementara Penjualan Saham Garuda Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra buka suara terkait suspensi (penghentian sementara) saham di Bursa Efek Indonesia.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, pasrah saat menerima surat dai BEI terkait suspensi saham perusahaan pelat merah itu dari lantai bursa untuk sementara waktu. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra buka suara terkait suspensi saham di Bursa Efek Indonesia. 

Ia menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menerima pemberitahuan resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai kebijakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham GIAA per Jumat (18/6/2021).

"Saat ini, Perseroan juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemegang sukuk guna menyampaikan informasi terkait langkah-langkah yang kini tengah ditempuh perseroan dalam upaya pemenuhan kewajiban pembayaran kupon sukuk mengacu pada mekanisme yang berlaku," papar Irfan kepada Warta Kota.

Menurut Irfan, pihaknya juga membahas upaya pencabutan atau pelepasan status suspensi saham perseroan melalui pemenuhan kewajiban perseroan terhadap bursa. 

Termasuk melalui penyampaian rencana strategi pemulihan kinerja yang akan dilaksanakan ke depannya. 

"Sebagai perusahaan terbuka tentunya Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen untuk tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas atas kondisi dan langkah perbaikan kinerja usaha, termasuk dalam pemenuhan aspek-aspek compliance di bidang pasar modal," katanya.

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan penundaan pembayaran kupon global sukuk dari periode masa tenggang selama 14 hari yang berakhir pada tanggal 17 Juni 2021.

Penundaan pembayaran kupon global sukuk tersebut disebabkan kondisi perseroan yang terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.

Adapun pengumuman tersebut disampaikan perseroan melalui Singapore Exchange Announcement serta Sistem Pelaporan Elektronik PT Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Irfan mengungkapkan keputusan Garuda Indonesia untuk melakukan penundaan pembayaran kupon global sukuk ini merupakan langkah berat yang tidak terhindarkan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved