Breaking News:

Bermodal Modus Video Call Sex Setengah Telanjang, Wanita Cantik Ini Peras Anggota DPRD Jember

Wanita yang tak dikenal itu menjebaknya dengan video call sex atau seks melalui panggilan video lalu setelahnya meminta uang Rp2 juta.

Editor: Mohamad Yusuf
Thinkstock/AndreyPopov
(Ilustrasi) Wanita cantik diketahui melakukan pemerasan terhadap anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Ahmad Faesol. Pelaku bermodal modus video call sex dengan setengah telanjang memeras Ahmad Faesol. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wanita cantik diketahui melakukan pemerasan terhadap anggota DPRD Jember, Jawa Timur, Ahmad Faesol.

Pelaku bermodal modus video call sex dengan setengah telanjang memeras Ahmad Faesol.

Wanita yang tak dikenal itu menjebaknya dengan video call sex atau seks melalui panggilan video lalu setelahnya meminta uang Rp2 juta.

Baca juga: DUH! Selain Sembako Kena Pajak, Dalam Draf RUU KUP, Sekolah Pun Bakal Dikenakan PPN

Baca juga: Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Baca juga: Ternyata di Arab Saudi, Habib Rizieq Bertemu Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Dihubungi Wiranto

Ahmad Faesol adalah Anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kasusnya mencuat ke publik setelah adegan panggilan video Ahmad Faesol dengan seorang wanita tersebar luas di media sosial.

Video itu pertama kali diunggah di Facebook oleh akun Cindy Aprilia.

Video yang berdurasi 28 detik, memperlihatkan seorang wanita setengah telanjang melakukan percakapan video dengan korban, yang saat itu sedang baring di kamar tidur.

Ahmad Faesol telah melaporkan kejadian itu ke Ketua DPC PPP Jember, Madini Faruq.

Kepadanya, Ahmad Faesol mengaku menerima dan melakukan panggilan video itu melalui aplikasi video messenger facebook.

Dari penjelasan Ahmad Faesol, Madini Faruq memastikan bahwa kadernya di PPP itu menjadi korban pemerasan dan korban tidak mengenal pelaku wanita.

Karena setelah memutus sambungan video tersebut, korban menerima pesan agar ditransfer uang sebesar 2 juta rupiah, agar video itu tidak disebarluaskan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved