Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Wali Kota Depok Sebut 88 Aturan Telah Diterbitkan untuk Tangani Penyebaran Covid-19

Wali Kota Depok sebut 88 aturan telah diterbitkan untuk tangani penyebaran Covid-19. Mulai dari Surat edaran, perwal, intruksi, dan surat keputusan.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Wali Kota Depok Sebut 88 Aturan Telah Diterbitkan untuk Tangani Penyebaran Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wali Kota Depok sebut 88 aturan telah diterbitkan untuk tangani penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mengerahkan ragam cara sebagai upaya dalam menangani kasus penyebaran Covid-19 yang kini terus mengalami lonjakan setelah libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Diantaranya adalah dengan mengeluarkan surat edaran (SE) Peraturan Wali Kota (Perwal), surat keputusan (SK), dan juga instruksi wali kota.

Dalam perbicangan bersama Kominfo secara live streaming bertema 'Jangan Lelah Jangan Lemah, Tetap Disiplin Prokes', Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan pihaknya tercatat telah mengeluarkan puluhan aturan terkait penanganam Covid-19.

“Sejak terjadinya kasus Covid-19 pertama sampai sekarang, Pemkot Depok telah mengeluarkan 13 Perwal, 43 SK, 28 SE dan 4 Instruksi  Wali Kota. 88 aturan yang sudah diterbitkan ini telah disosialisasikan ke masyarakat,” papar Idris dalam diskusi tersebut, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Tak Lagi Lewat Belakang, Kepala DPKP Kota Depok Keluar dari Pintu Utama Usai Diperiksa Kejari Depok

Sebagai kota yang diapit oleh kota-kota yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi, Kota Depok tak bisa lepas dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

Sebab, lanjut Idris, 60 persen dari warga Kota Depok bekerja di luar daerah, 40 persen di antaranya bekerja di Jakarta.

“Artinya, mobilisasi kerumunan yang ada di Depok ini, tidak bisa dilepaskan dengan kondisi yang ada di Jabotabek. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Bodebek atas arahan Pak Gubernur Jawa Barat,” ujarnya.

Selain mengeluarkan beragam kebijakan atau aturan lainnya, Idris mengatakan pihaknya juga telah melakukan upaya lain diantaranya membentuk Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) berbasis RW, Gerakan Jaga Kampung Kite, sampai kepada pembatasan aktivitaa warga dan dunia usaha.

“Tidak lupa pengawasan dan Penegakan Hukum (Gakkum) juga kami lakukan dengan melibatkan TNI serta polisi. Kita berikan dana stimulus untuk KSTJ sebesar Rp 3 juta agar mereka bergerak melakukan pencegahan di hulu Covid-19, dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan upaya ini  bisa menekan kasus Covid-19 di Kota Depok,” katanya.

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved